Selamat hari raya binatang ternak. Mengapa Dave Moffatt homo? Dan lain-lain.

December 23rd, 2007 by angelhuriblis

Gue
mengakhiri tahun 2006 dengan blog entry bertema kasih ibu. Tepat
setahun setelah itu (don’t you notice the date?) gue memilih sapi dan
rekan-rekan sebagai salah satu judul besar dari tulisan yang sangat
random di penghujung tahun 2007. Maka sekarang Bu Gendut harus rela
namanya disandingkan dengan mereka yang homo dan memamah biak.
Kontras. 

 

Bahkan Malin Kundang pun nggak sekurang
ajar itu kalo nulis blog. Untung nyokap gue berjiwa besar, G4UL, dan menggemaskan. Tapi asal tau
aja nih, nyokap gue hampir nangis waktu baca post yang itu.
 

 

Eh tapi nggak bisa dijadiin standar juga
sih, berhubung nyokap gue emang punya
threshold rendah banget untuk bisa terharu. Waktu liat segerombolan keluarga
kambing nyebrang jalan dengan rukun aja matanya udah berkaca-kaca.
Ck.

 

Ngemeng-ngemeng,

Berhubung ini mungkin satu-satunya
post sepan
jang tahun 2007,
mari kita rangkum semua peristiwa yang terjadi selama 12 bulan terakhir dalam
hidup gue.

Disclaimer: this entry is totally about rubbish, I’m not including any moral value here, please do not expect too much. My life is boring.

 

  1. Januari 2007

Genap
20 tahun. Semakin uzur dan tetap pendek. Syitmen.

 

  1. Februari 2007

Lupa.

 

  1. Maret 2007

Lupa.

 

  1. April 2007

Yudisium. Holikrap, kenapa sih dedengkot-dedengkot UI itu
nggak cukup ikhlas buat mendermakan nol koma nol sekian itu di transkrip nilai
gue. Lagi-lagi. Yah mungkin memang gue nggak terlahir kumlot.
Heheh.

 

  1. Mei 2007

Nggak
penting cuy.

 

  1. Juni 2007

Jatuh
cinta pada Roger Hurcombe kakek-kakek-paling-romantis-yang-pernah-gue-kenal,
serta Justin Bilszta yang imut-imut, bergigi sempurna, berkemeja warna pastel
dan berdasi matching, dan seisi kelas gue dengan tega-teganya setuju bahwa dia
homo.

Ini
tidak adil.

 

Kayaknya gue kualat deh gara-gara suka ngatain selera
cowok mbak Ludi. You know lah, Thomas Djorghi look-a-like, Ari Wibowoish pretty
face, full pressed body, rambut klimis, baju jaring-jaring (nggak deng yang ini
bohong).

 

"Yaelah mbak, kapan mo punya cowok kalo saingannya cowok
juga? Kalah telak tau."

I
know I said that. Maafkan aku.

 

Dan beberapa peristiwa penting lainnya yang better left
unsaid. I have been making fun of other people’s foolishness too much lately. I
just don’t want to look nor sound any nastier for now.

 

  1. Juli 2007

PC2 lab, Neuromuscular Research Unit. Fifth floor Daly Wing, St. Vincent’s Hospital.
Too many to mention, ehem :)

 

  1. Agustus 2007

Wwwgreatestjournal


Menemukan fakta bahwa Dave Moffatt –the prince of my
junior high school dreams- adalah gay. G to the A to the Y.

Azab mbak Ludi amatlah pedih.


  1. September 2007

Life was great this month. LDK PPIA menyenangkan. Makan-makan time.
FFI. Too many fascinating things to point out.

 

  1. Oktober 2007

It’s just like another September. Lebaran and a number
of awesome events. I didn’t miss home anymore. Not in the slightest.
Mwhahhahahahahaahh, sombong.

 

  1. November 2007

You know what? This has been a very gay year for me.

Karena ternyata Dumbledore pun homo. Itu lohh, kakek sihir di serial Harry Poter. What the heck.

 

Hey don’t get me wrong, I have nothing against
homosexuals. I’ve even always wished I could have someone gay as a best friend.
Sayangnya nggak pernah ada.

 

Alasan utama gue nggak mendukung  gay people adalah gue
khawatir aja kalo jumlah pria yang jauh lebih sedikit dari wanita di muka bumi
ini semakin berkurang karena mereka lebih memilih sesama jenisnya. Makin
berkuranglah peluang gue.

 

That’s why I support lesbians instead of gays. It’s not
for any religious reason nor idealism thingy I claimed that. It’s just a matter
of chance. My chance to be exact. Never met anyone this selfish, have you?
Hahahah.

 

 

  1. Desember 2007

Tuhan, it’s been a great year for me. Million thanks for
that. Forgive me for not always remembering to show some gratitude. Makasih ya :)

 

Selamat hari raya Idul Adha (I loved this
day)

Selamat hari ibu (gendut)

Selamat natal.

 

..Selamat tahun baru  Jakarta.

Gue AGAK kangen.

***

 

Udah dulu ya. I might talk about my research project and
some other stuff next time.

Mau mulai packing. I’m going home for New Year :)

So see ya people!

 

P.S. Many thanks to those who miss my
trashy talking here in my blog and have been waiting for a year just to have a
chance to waste their precious time reading some crappy stuff that actually gets
you nowhere. Heheh.





Btw buat Ega Jaya<— nih nama lo di sini, hahah.

 

 

Selamat Hari Bu Gendut

December 23rd, 2006 by angelhuriblis

My mother is a supermom.

I think she’s a kind of magician. Orang sakti. Female version of David Copperfield. She’s great. I call her Bu Gendut. Bu Gendut the Great.

Dsc00109Great people somehow like to do weird crazy things.

So I ever thought that Bu Gendut was crazy too.

I’m gonna tell you why.

Waktu gue kecil (maksudnya LEBIH kecil dari sekarang, jadi tolong hentikan tawa sarkastiknya), gue adalah satu dari Top Ten Weirdest Creepiest Ugliest Babies in the world. Bermuka aneh, berrambut jarang, punya senyum janggal, dan bisa bikin perasaan nggak enak. Udah gitu penyakitan, bandel, pecicilan, dan konon susah banget dilahirin.

Tapi anehnya Bu Gendut nggak berniat membuang gue atau minimal tuker tambah sama bebek peking. Jadi gue sempat berpikir, ada kemungkinan emak gue waktu itu gila.

Coba ya, waktu pertama kali lihat foto gue sendiri waktu kecil aja gue membatin, “MasyaAllah, makhluk apa ini?? Kalo gue punya anak kayak gini, pasti udah gue udah bikin perjanjian sama keluarga Jin Tomang untuk menukar anak gue dengan anak mereka yang lebih layak pandang.”

(hahaha, nggak separah itu deh, seperti biasa gue ngawur ;p)

Dulu_gue_kayak_gini_lho Menurut hipotesis gue, alasan kenapa gue tetap dipelihara adalah karena saat itu Mbak Ludi sedang ingin punya piaraan, dan dia lebih suka orangutan ketimbang bebek peking.

Ternyata hipotesis itu salah. Bu Gendut was completely sane at that time. Bu Gendut memang bertekad membesarkan gue karena menurutnya, saat itu gue adalah bayi yang sangat cantik dan oke punya. (FYI, baru-baru ini aja Bu Gendut beres-beres foto jadul dan mengakui dia dulu tidak sadar bahwa wujud gue layak disebut ‘the twin sistah of E.T’. Yeah right. She was blinded by motherly love).

Gue dibesarkan dengan penuh kasih sayang super tulus yang nggak pernah minta uang kembalian. Apalagi kalo receh.

So Bu Gendut is a good mother. She never mengutuks all her durhaka kids into crying stones, like what Malin’s mad mother did in Minang land.

Bu Gendut hardly ever gets any present from us on her birthday or Mother’s day. And she never asks for it you know. She doesn’t complain, she doesn’t demand.

Bu Gendut is smart. She loves to teach us pelajaran-pelajaran untuk pekan ulangan umum except PPKn because she thinks it’s all about rubbish. The pasal-pasal, the undang-undang, and all that peraturan Negara instead of good moral. Yes, crap.

Bu Gendut wakes me up early in the morning on my exam’s day. Even when she has just slept at 1 am, she sets the alarm at 4 so she can call me in kos-kosan just to make sure whether I have woken up and study or not.

Bu Gendut never complains about how weird her children are. She always likes our stupid jokes.

Bu Gendut doesn’t have enough sleep when her children are sick.

Bu Gendut is a very good wife (tentu saja bapak gue adalah good husband too). It’ll take too many words to explain why :)

Bu Gendut is super bawel. Especially when it comes to her idealism. It breaks her heart to know I cheat during the exam. She never allows Pak Sugeng to specially pick me up with mobil kantor kalo nggak ada urusan bokap di yang searah sama daerah-daerah kampus. She’s a kind of emak-emak bawel who holds high the value of trust and honesty :)

Bu Gendut never bergosips with tetangga about her family. She hardly ever talks about private stories among us to anybody else except to her kids. We’re the only people whom she talks to. That’s why it upsets her when we’re all busy with our stuff and no one of us is available to listen to her curhats. Maaf yah bu..

Bu Gendut is cool because she always be one of the top scorers in Feeding Frenzy, Dynomite, Zuma, and many other GameHouse’s products.

Bu Gendut loves the term “Bu Gendut” I gave to her. Very much. Yeah that’s weird.

Bu Gendut is great because she can do magic. She can turn a baby orangutan into an angel. (Alright, not exactly an angel. But also anak setan, bocah tengil, and female version of Malin Kundang who likes to menyampah in Friendster blog)

What makes Bu Gendut even greater is that because she loves me for what I am.

There will always be too many celebrations, important dates, and good days in December. And I never have a present for you like the years before, have I?  Actually I was going to post this on December 22. But it hadn’t been finished yet anyway. So I guess I should apologize for being late.

Dsc00101Aku tau lho ibu suka kurang kerjaan baca blog-blog di frenster, hehehee..

Jadi, selamat hari bu gendut, Bu..

Sayang banget sama Bu Gendut :)

[P.S. People, nanya dong..Am I the only kid who never gives present to her mother on Mother’s day? Bagaimana dengan yey? What do you guys do on that day? Hopefully you’re all being better daughters and sons than I am. Well, aren’t you? Hehe..]

[P.S.2. Merry Christmas and Happy New Year folks!]

Antara Aku, Hantu Jeruk Purut, dan Aa Gym

December 3rd, 2006 by angelhuriblis

Post perdana di bulan ini gue awali dengan opini tentang film Hantu Jeruk Purut.

  • Tokoh utama kurang lovable, tidak simpatik, ngeselin, dan minta
         digampar.
  • Hantu terlalu sering muncul dengan cara
         yang tidak kreatif dan inovatif.
  • Akting standar.
  • Tidak ada tokoh yang cerdas.
  • Film berisik dengan efek suara
         hiperbolis.
  • Nakutin di awal, cupu mampus di akhir
         (gue penakut).
  • Oke, Samuel Beckenbauer
         Heckenbecker-nya cakep.

 
Satu hal yang paling gue
benci dari suatu film horor adalah ketika hantunya mulai menggunakan gadget
canggih. Seperti The Ring misalnya (menurut lo Sadako bayar tagihan telpon
nggak? ), juga hantu Bangku Kosong yang jago sms (jadi, dia pake XL atau
Telkomsel? Atau ketik reg spasi Bangkukosong kirim ke 9090, sms yang kamu
terima dikirim langsung dari hape saya). Dan kali ini, OMG, hantunya bisa ngetik di Words dalam Times new
Roman, kalo nggak salah. Yah, rupanya ketika Lasmi masih hidu
p, laptop sudah menjadi
barang lazim.

 
Hantu_jeruk_kecutMaka jangan
salahkan kalo Harvey Xinlaw Bengkak tertidur pulas hampir sepanjang film. Ricky
mojok terkantuk-kantuk. Rangga sibuk bikin alternatif cerita sendiri. Richard
takut-takut tapi cengengesan. Gue menyumpahi tokoh utamanya supaya cepet mati.

 
Nw
y, ada satu hal
tentang film horor dan tayangan mistis yang selalu bikin gue mikir. Kenapa
hampir semua tokoh hantu dibuat sebagai pihak antagonis yang ser
am dan jahat?

Tau darimana si
pembuat cerita?

Emang pasti begitu?

Apa buktinya?


Gimana kalo
ternyata mereka nggak sejahat yang diceritakan? Gimana perasaan hantu-hant
u itu
waktu nonton Kismis? Atau kebetulan ‘ikut’ nonton horor Indo di studio belakang
Megaria? Apa mereka nggak merasa itu pelecehan terhadap bangsa mereka? Bisa aja
kan mereka jadi merasa terfitnah, kesel, atau sakit hati?

 
Abdullah_gymnastiar_1
Ya udahlah biarin
aja, bawel lo Lhur. Suka-suka yang bikin cerita. Suka-suka sutradara dan produsernya. Mereka juga punya pertimbangan
sendiri dan pasti tau apa risikonya kan? Samalah kayak Aa Gym. Dia juga pasti
begitu. Jadi suka-suka dia lah.

Selamat ye yang baru kawin..

Antara Aku, MUBESMA, dan Aa Gym

December 3rd, 2006 by angelhuriblis

Akhir-akhir
ini,
power ratio Lhuri Yang Jahat (LYJ): Lhuri Yang Baik (LYB) = 70:30.

Red_devils_head_left
LYJ sedang
menunjukkan dominansinya seperti MU yang bertengger jumawa di puncak klasemen
sementara EPL. Artinya, gue lagi egois, nggak sabaran, gampang bete,
temperamental, dan sering memaki. Itu perilaku setan dan kebetulan hari ini gue
pake capuchon merah. (Nwy, bukan berarti gue pendukung the Red Devils lho).

 

Dua minggu ini gue
sakit.

Fever +
non-inflammatory diarrhea + sore throat + headache + stomacache + runny nose.
See? It’s even more complex than the patient’s disease in Trigger for Group
Discussion on my last module.

 

Nggak tau deh sakit
apa sebenernya. Dan dasar emak gue yang hampir nggak pernah ngasi obat buat
sakit ecek-ecek macem gini, gue pun membiarkan penyakit ini sembuh sendiri.
Tetap kuliah (Cuma izin 2 hari), main-main, beribadah, berbuat zalim, dan tetap mengh
adiri MUBESMA (Mulut Musyawarah Besar
Mahasiswa)
.

 

Nah yang terakhir
ini nih yang paling memancing essssmosi gue.

***

 

Jadi Sabtu minggu kemarin, sbenernya
gue masih flu. Tapi karena ini Mubesma pertama, gue berusaha menunjukkan itikad
baik dengan datang tepat waktu. Jam 8 tepat seperti kata Jarkom laknat yang BARU
gue terima pukul 6 pagi hari yang sama. Gue pikir sidang udah mulai karena jam
gue 13 menit lebih cepat daripada jam d
i ruang anatomi. Ternyata gue adalah
orang ke-7 yang hadir dari total entah berapa ratus peserta. Dan tau nggak?
Sidang tentang pembahasan tata tertib (bukan inti masalah) baru dimulai jam 10, tepat setelah
sambutan dekan selama satu jam.

 

Selama ini selalu
berusaha on time kalo janjian sama orang, rapat pleno, maupun rapat komisi. Dan kalo
telat, gue pasti ngabarin. Sementara gue udah terbiasa jengkel sama tabiat orang-orang
kampus yang konon kabarnya adalah kaum terpelajar, tapi ternyata untuk
menghargai waktu aja nggak bisa. Tapi kali itu, gue berusaha percaya bahwa
MUBESMA nggak akan kayak begitu. Ini acara besar yang (katanya) super penting
dan harusn
ya well-organized.

 

Setelah apa yang
gue dapatkan di hari pertama, jujur gue kecewa banget. Apalagi siangnya gue
udah nggak tahan. Selain karena useless points selama sidang, kepala gue juga sakit
banget. Gue izin pulang jam 12 dan besoknya gue tepar sehingga nggak bisa ikut
sidang. Gue bener-bener dongkol sama MUBESMA hari pertama.

 

Ngomongnya mau
bikin pembaharuan.

Ngomongnya membawa
FKUI menjadi lebih baik.

Dateng aja ngaret.

The Indons.

 

Gue cuma bisa
jengkel. Tapi nggak tau harus marah ke siapa. Dan saat itu timbullah dominansi
LYJ. LYJ tidak cukup baik hati untuk memprioritaskan MUBESMA di atas
kepentingan gue lainnya. LYJ egois. Dan gue akui itu salah gue.

 
Jadi kem
arin gue
milih izin buat medical check-up dan to hell with MUBESMA. Lalu karena malemnya
gue merasa udah sehat, gue malah tergoda buat midnight Hantu Jeruk Purut (yang
akhirnya gue cukup sesali). Tentu aja pagi ini gue tepar. Kepala cekot-cekot
lagi. Tenggorokan panas. Padahal niatnya gue mau ke kampus jam 8.

 

Gue tau ini salah gue yang nggak jaga
kesehatan. Namun karena masih terbayang sakit hati akibat Mubesma minggu lalu,
gue memutuskan untuk lebih memulihkan kesehatan gue dengan tidur dan bermaksud
dateng Mubesma jam 1. Dan berhubung gue nggak dapet sms apa-apa tentang presidium tetap, gue
berniat izin telat sama Yusuf aja nanti.

 
Lalu Vira bilang
total peserta kurang dan sidang nggak bisa jalan. Maka akhirnya de
ngan terpaksa
gue tiba di ruang anatomi pukul 10.

Badlhuri_goodlhuri

LYB: (menebar senyum
perdamaian dan bertegur sapa dengan peserta lain.)

LYJ: (memaki dalam
hati sambil bertanya-tanya), “Kapan sih tu pecun selese ng
ebacot???”

LYB: “Astaghfirullah.
Jangan ngomong gitu. Kasar banget.”

LYJ: “Biarin. Kan cuma
lo doang yang denger. Oh sh*t, ngapain sih bangs*t-bangs*t pleomorfik itu pada ngemmeng
lagi. Bikin lama aja.”

LYB: “Masya Allah,
kok lo gitu sih? Kan mereka lagi mengeluarkan pendapatnya. Ema
ng itu kan tujuan
suatu musyawarah??”

LYJ: “Perhatiin
deh. Emang beberapa murni berpendapat. Tapi coba liat. Sebagian cuma asbun.
Biar eksis. Ngulang-ngulang temennya. Nyampah. T*i banget lah..Dan lo lia
t
sekarang gue nggak boleh pulang karena kalo kurang satu orang, artinya kuorum nggak
terpenuhi padahal lo tau bokap gue buru-buru ada urusan yang lebih penting
daripada Mubesmanj*ng satu ini. Liat betapa nggak konsistennya idealisme
mereka. Kalo emang kayak gini mau dimasalahin, kenapa mereka nggak pernah
berus
aha menanamkan idelalisme untuk menghargai waktu orang lain dan bersikap
disiplin se
suai jadwal???”

LYB: Tapi lo juga
datengnya telat..”

LYJ: “Eh gobl*k,
makanya baca itu paragraf di atas. Yang udah gue bold merah!!”

LYB: “…”

 

LYB minta maaf atas
penggunaan kata-kata kasar dalam blog ini
. LYJ mengingatkan dunia bahw
a ini blog
pribadi yang bebas diisi apapun sesuai kehendak sang pemilik.

 
LYB: “Gue tau gue
bukan peserta teladan. Baru dikecewain sekali di awal aja langsung jadi e
gois
dan apatis.”

LYJ: “Tapi emang
mereka keterlaluan. Kalo emang mereka seneng hidup ngalor ngidul di kampus,
jangan samain lah sama kami manusia normal yang punya kehidupan normal di akhir
pekan. Hargain juga orang-orang normal ini yang udah mau meluangkan waktunya
untuk percaya bahwa mubesma ini ada manfaatnya. Jangan kecewa
in kami, tolong..”

LYB: “Tapi tetep
gu
e juga harusnya bisa lebih bijak. Nasi sudah jadi bubur. Aa Gym sudah
terlanjur kawin lagi. Nggak nyambung. Minggu depan mau kan lo dateng on time
jam 8 dan berhara
p mereka menghargai kita dengan bersikap lebih disiplin?”

LYJ: “Suka-suka lo
lah..”

LYB: “Jangan
jengkel lagi Lhur..”

LYJ: “Ya udahlah..”

Abdullah_gymnastiar
LYB: ”Oke. Kasus
selesai. Sekarang mari kita ucapkan selamat kepada Liverpool yang telah menekuk
Wigan 4-0 dan Arsenal yang sukses memetik poin penuh walau tanpa TH14. Melihat
performa di awal musim kami nyaris menyarankan kalian untuk pindah ke Liga
Dekan Cup tahun depan depan. Oh iya, tak lupa juga selamat kepada Aa Gym yang
baru menempuh
hidup baru."


LYJ: “Lo kok suka
nggak nyambung gitu sih? Kalimat terakhir itu tulus apa nyindir?”

LYB:”Menurut lo?”

 

Toxomalasis lhurii

October 7th, 2006 by angelhuriblis

A newcomer in the world of paraSHITology.

(Yes, paraSH*Tology. Because recently I’ve been studying a sh*tload of sh*tty subject, dealing with everything that sh*ts, and of course playing with human real sh*t. And oh sh*t, now I’m talking rude!)

***

Iya tau, itu bukan cara yang benar untuk suatu tatanama.

Tapi saat ini gue sedang menderita rasa malas luar biasa yang nggak jelas etiologinya.

Jadi tolong jangan protes dan biarkan gue menyebutnya demikian, oke?

Toxomalasis lhurii = racun malas yang menyerang Lhuri.

Ketika semester 5 dimulai, gue mengawalinya dengan ambisi-ambisi besar yang ingin gue wujudkan. Tapi setelah 2 bulan kuliah, rasa malas itu datang, menginaktivasikan, dan perlahan menghancurkan ambisi-ambisi tersebut.

Stage 1. 3 hari terakhir liburan = Ambisiosis takrealistis

àBerharap tingkat tiga bisa menjadi sebrilian Robert Shinto. Menjadi seorang straight-A student. Jadi top three di angkatan. Dan dapet voucher buku ratusan ribu rupiah dari Sagung Seto kayak Yulinda, Ika, dan Mira.

Comment: Lo akan bisa melakukannya suat hari nanti Lhur! Yah, suatu hari..ketika babi bisa terbang..(In other words, mimpi-kali-yee)

Stage 2. 2 minggu pertama kuliah = Ambisiosis redusis

àSialan nih PA. Toples Skippy-nya nggak dikeluarin. Ujian teori bikin gue tiba-tiba berhasrat menari poco-poco goyang pica-pica waktu baca soalnya. Yah semoga paling nggak nilai gue nggak turun dari tahun lalu.

Comment: mungkin nggak yah?

Stage 3. Minggu ketiga kuliah = Ambisiosis yukyuk

àApa-apan nih Mikro. Bakterinya sok imut. Virusnya sok asik. Gimana gue bisa dapet nilai cihuy di sini??!! Yah mudah-mudahan gue masih dapet minimal rata B semua.

Comment: yuukkk..

Stage 4. Selesai ujian mikro teori = Ambisiosis tahudiridongus

àArrrgghhh! Gue tau tingkat 3 susah. Tapi nggak nyangka sezalim ini. Yah yaudahlah nggak papa deh dapet C asal masih lulus, bebas remed, dan dapet liburan penuh.

Comment: kadar ambisi semakin diturunkan..

Stage 5. Seminggu bergaul bersama cacing dan kawan-kawan = Oligoambisiosis

àAh males banget. Biarin deh remed asal nggak kena her abis judisium!

Comment: ambisi semakin menipis.

Stage 6. Hari ini = Ambisiosis mampuus.

àmaksudnya, ambisinya yang udah mampus. Mati. Tamat. Musnah. Hancur. Lisis.

Bosan kuliah. Daftar biro jodoh Kompas aja lah, biar cepet kawin..

Comment: daradam, daradam.

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Makan_tuh_trichuris_trichiuraGimana nggak dongkol.

Cacing-cacing itu! Bakteri-bakteri itu! Tumor-tumor itu!

Mereka sem ua punya nama yang lebih bagus daripada nama gue.

Dan gue harus ngapalin satu-satu aja gitu lho.

Beserta kisah cinta, hobi, tempat gaul mereka, atau gaya infektif apa yang sedang ‘in’.

Padahal akhir-akhir ini gue lagi b erasa uzur. Pikun. Seperti gejala penuaan dini.

Gampang banget lupa. Bahkan untuk hal-hal sederhana.

            “Eh, eh, Plasmodium sama kudanil bedanya apa yah?”

Juga mulai sering berhalusinasi ketika ujian.

Tantowi Yahya: “Anda dihadapkan pada pertanyaan nomor 34 tentang klasifikasi jamur. Apakah final answer Anda?

Dian Sastrowardoyo: “Minggir mas Tanto, sekarang ini jadi kuis saya. Nah, saudari Lhuri, apakah Anda akan menggunakan pilihan bantuan?”

Gue: “Boleh coba phone a friend?”

Sebelum pembawa acara imajiner itu menjawab, dokter Yeva masuk dan duduk di meja pengawas. Nasib, dapet nomer undian tempat duduk tepat di depan meja  pengawas itu. Bingo.

Dan halusinasi itu semakin menjadi kebiasaan. Kadang Nico Siahaan juga muncul menawarkan tirai 1 dengan jawaban A atau tirai 2 dengan jawaban E. Dan biasanya apapun yang gue pilih, gue harus pulang dengan membawa ZONK.

Gue mulai merasakan betapa ramahnya tingkat dua dulu. Dan betapa royalnya nilai-nilai itu didermakan. Ah kangen sekali..

Belum lagi, waktu bersenang-senang gue makin terkorup. Gue makin jarang pulang ke rumah. Weekday gue habiskan dengan kesepian di kos, kangen rumah, merindukan masakan ibu dan mbak Lis, menghibur diri dengan menyaksikan sinetron religius nggak logis, tanya jawab interaktif secara menyedihkan bersama Dora the Explorer di GlobalTV, serta menanti azan maghrib favorit di transTV.

Hidup terasa menjemukan. Kerjaan  gue gitu-gitu doang. Kuliah-bingung-ujian-jengkel-kuliah-bingung-ujian-jengkel.

            Temen SMA gue (TSMAG): “Enak Lhur kuliah? Dapet cowok gak di sana?”

Gue: “Daur hidup Toxoplasma gondii aja gue masih bingung. Gimana bisa ngerti pikiran cowok yang ribet mrungkel-mrungkel kayak buntut Trichuris? Capek tau”

            TSMAG: “Tri siapa? Ganteng gak?”.

[Wakwawww, percakapan ini sungguhan lho]

Sekarang rasanya jadi maleeeeeessss banget, belajar. Pertentangan batin mulai tak lazim.

Lhuri yang baik (LYB): “Ayo belajar”

Lhuri yang jahat (LYJ): “ Ogah ah. Males.”

LYB: “Ayo dong, biar pinter..”

LYJ: “Nggak suka materinya..Biarin ajalah, wajar kalo gak bisa..”

LYB: ”Suka nggak suka harus belajar! Malu kan kalo dapet nilai jelek?”

LYJ: “Uhuhh..iya deh..”

LYB: ”Eh itu apa?”

LYJ: "DVD That 70’s show-nya Nia. Complete season.”

LYB: ”Nonton dulu yuk.”

LYJ: “Lahh??”

Katakan_peta_katakan_petaGitu deh. Sesat nih, sesat.

Sebenernya sih bahan-bahan yang lagi gue pelajari di kampus nggak segitu nyebelinnya. Seru juga kok. Cuma waktunya kurang banget. Jadi rasanya kuliah jadi nggak nikmat. Serasa diburu-buru. Bikin nggak bisa belajar sambil bersenang-senang, hehehe..Jadi capek, jenuh, dan akhirnya males ngapa-ngapain deh, hahhaha..

Duuuuuuhhhh…Emang rasa males itu datengnya dari diri sendiri.

Jadiii..Gimana ngobatinnya yah?? Uhhuhuhuhuhuhh L

[P.S. maaf  karena telah berkata kasar untuk intronya, selamat menunaikan ibadah puasa]

Keajaiban cinta. Kesaktian Ari Wibowo.

September 22nd, 2006 by angelhuriblis

Jijik gak sih baca judulnya? Gue sih iya. Banget.

Tapi mau diapain lagi? Emang si cinta ini efeknya suka mengejutkan, superheboh, gila-gilaan, dan berhadiah piring cantik (ha?). Ah pokoknya ajaib deh.

[Apaan sih Lhuri ngeblognya sok ngerti cinta-cintaan. Cupu lagi topiknya. Huh. Biarin deh]

Efek jatuh cinta emang beda-beda di setiap orang. Buat beberapa orang, itu bisa positif. Lo jadi rajin sekolah demi melihat wajahnya. Nggak gampang ngantuk. Terhindar dari obesitas karena otak senantiasa memutar theme song yang berdendang, “mau makan, teringat padamuuu..” sehingga lo jadi nggak nafsu makan kebanyakan. Lo jadi banyak senyum. Lo jadi mensyukuri hidup. Lo lebih rajin nyisir. Lo mau mandi biar nggak BB (Bau Babi). Lo jadi rajin olahraga biar wajah sehat, tubuh bugar, dan penampilan prima. Lo jadi berusaha memperluas wawasan supaya inner beauty lo terpancar.

Intinya, lo jadi lebih SEHAT lahir batin dunia akhirat. Iya, akhirat juga. Soalnya lo jadi lebih deket sama Tuhan, karena lo mulai rajin solat dan berdoa “Ya Allah, jika ia jodohku kumohon dekatkanlah padaku, dan kalau bukan, jadikanlah ia jodohku dan dekatkanlah dia padaku sedekat-dekatnya. Amin.”

Malu_malu_ayamTapi efek negatif juga ada sih, apalagi kalo akal sehat lo sedang dinonaktifkan. Lo jadi gampang sensitif. Cemburuan. Kege-eran. Deg-degan. Canggung. Malu-malu kucing. Malu-malu ayam. Malu-malu biawak. Malu-malu maluin. Grogian. Mau sok cool tapi justru cenderung bertindak bodoh.

Yang aneh-aneh juga ada. Lo jadi mendadak romantis. Mendadak gila. Mendadak dangdut. Mendadak norak deh pokoknya. Lo jadi suka tembang-tembang cinta milik Westlife, Thomas Djorghi, dan Dewi Persik. Lo nggak bisa tidur memikirkan si Cantik (ya gak Vy?). Lo mendadak jadi berani melakukan apapun demi dia. Mengarungi tujuh  samudra, menembus api, menerjang badai. Apapun rela lo lakukan, kecuali ditagih bayar uang kas.

Dan ketika cinta tidak berpihak pada seseorang..Terjadi rasa stres. Ada orang sampe minum Baygon karena Hit sudah dilarang. Make narkoba. Main dukun. Santet-menyantet. Bikin boneka Voodoo. Terobsesi sama siapapun yang mirip si dia (entah itu selebritis atau orang biasa seperti ibu, adik, ayah, eyang, oom, tante, maupun iguana peliharaan sang pujaan hati). Bunuh diri. Bunuh istri. Bunuh mertua. Bunuh pak RT. Nyolong kambing tetangga (ini mulai aneh).

Efek di luar itu lebih banyak lagi. Misalnya nih, kayak kakak gue. Setiap iklan FATIGON diputar di TV, dia bisa tiba-tiba membatu, mengalami kejang otot, berhenti bicara, mengabaikan segala aktivitas- dalam keadaan mata melotot, mulut basah (yang ini bohong deh), dan telunjuk kaku mengarah pada layar kaca. Bisa disimpulkan, dia jatuh cinta parah pada Ari Wibowo.

[Yah gue nggak tahu juga sih itu efek cinta atau kharisma Ari Wibowo yang terlalu mujarab..]

Tapi intinya sih, cinta itu bisa bikin orang melakukan hal-hal yang nggak lazim. Nggak wajar. Dan kadang di luar batas logika kaum primata.

Bener nggak? Maaf deh kalo nggak, hueueuehue.. ;p

Doctor Goodman and his unexplainable ’susuk pemikat’

September 22nd, 2006 by angelhuriblis

Then he said, "Is everything clear?"
"Nothing is clear, except the fact that you’re so damn good looking"
And asked, "Do you have any questions?"
"Yes. Are you single?"

[I was getting insane.]
[Thank God I could successfully keep those words stay in my head.]

He and his lecture today. Microbiology. Immunoassay thingy. And stuff like that.
In excellent English. Super-fluent.
88-slide powerpoint presentation.
I didn’t pay attention to the rest 60 slides.
I was staring at his face.

Man, he’s not that so-damn-good-looking, though.
He even got this old-fashioned haircut.
And look at his abs. Six-pack? Hell no.
Anyway, he might be 40 or older.

But then,
What made him look so fine?
And seem very nice?
Gorgeous, brilliantly smart, and charming?
Still it remained a mystery.

(sumpah bukan gue doang yang kena pelet. Nindy aja ngiler.)
Doctor Goodman Defend, we heart you.

It’s some sweet little things that make you smile.

September 18th, 2006 by angelhuriblis

I don’t have to win a billion rupiahs in Tantowi Yahya’s quiz just to be happy.

I don’t have to be a Mbak Tutut’s daughter in-law just to make myself proud.

I don’t have to play in one of Raam Punjabi’s films just to feel cool.

I don’t have to experience anything so great just to brighten up my days.

Because I believe good things come in small packages.

***

[Ini kejadian yang udah agak lama sih. Tapi blom sempet ngepost aja.]

Beberapa minggu kemarin, kalo otak gue nggak gue jejali dengan suplemen pikiran positif, pasti liburan gue bakal terasa suram dan nggak menyenangkan.

Beberapa hal bikin gue jengkel dan sedih. Makanya gue berusaha mengingat hal-hal kecil menyenangkan yang bisa menghapus efek negatif dari hal-hal besar menjengkelkan yang gue alami.

Hal-hal yang mungkin nggak penting buat lo.

Tapi hal-hal ini bisa bikin gue tersenyum, lebih mudah.

  1. Bau tanah basah sehabis hujan yang udah lama nggak gue temui.

  2. Sebentar lagi puasa = sebentar lagi kiriman kolang-kaling dari tetangga tiba!!

  3. Dekan Cup kelar. Final tennis ganda putri kelar. Huff. Akhirnya! Thanx to my partner Anita Henin-Hardenne yang jago berat. If it wasn’t because of her, we wouldn’t win the final game!
  4. Dapet oleh-oleh dari Vira. Tenyata walaupun pacaran all the time, dia tetep inget sama gue, hahahaha…(damai Vir!!)

  5. Bams meracuni bapakku. Selama liburan gue disuguhi wahana baru. Nonton bokap konser tunggal menyanyikan “Kenangan Terindah”-nya Samsons setiap pagi. Itu hal yang baik, karena senggaknya bukan “Benci bilang cinta”. Daradam –daradam. Ugh.

  6. Bisa nonton Janko Tipsarevic lebih dari dua jam di Star Sports.

  7. Nemu bunga matahari gedeeee banget.

  8. PSAU yang cupu tapi menyenangkan.
  9. Menemukan banyak komen lucu yang ajaib dan menghibur di blog ini :)
  10. Transkrip nilai tk.2 gue ketemu! Walaupun sempet nyesek karena nggak diitung kumlot, tapi 3.50 itu udah bagus banget buat gue. Mungkin mereka yang pengidap predikat cum-laude kronis, nilai segitu gak memuaskan. Atau mungkin buat orang lain yang nggak peduli sama nilai, itu nggak penting. Tapi buat gue, itu penting dan memuaskan. Senggaknya bisa membantu mengurungkan niat gue untuk meninggalkan dunia kedokteran, hahaha..
  11. Jogja dan Bali itu indah.
  12. Jakarta

    tetap segalanya.

  13. Baru nemu orang yang satu paham sama gue. Egois sih, tapi mati-muda-bahagia-sebelum-ditinggal-mati-duluan-sendirian emang lebih menarik kan? Iya gak Anak Durhaka? Hahaha, nwy, makasih banget lho majalah mas Ger-Ger nya.. ;p

  14. Liat hasil lomba Ngomik Animonster. Seneng karena karya mereka keren banget. Walaupun sempet jengkel karena kalah dan berniat menyantet dewan juri satu-persatu. (coba ya itu karya yang sama dengan yang gue pake buat menangin lomba serupa dua tahun lalu, yang udah direvisi disanasini dengan susah payah supaya jauh lebih rapi. Ngerjain sendirian. Di tengah pekan badai ujian muskulo dan CNS. Dan gue bahkan nggak dikasih juara harapan???!! Jahatnya..) Tapi nggak jadi kesel deh karena yang menang itu seribu kali jauh lebih baik dari karya gue. Gue aja yang nggak tau diri, heiheiehe..

  15. Jalan-jalan ke dufan gratis bareng temen-temen sekelas. Seorang sponsor yang tak mau disebut namanya udah berbaik hati bayarin kita semua, hehehee..Senang!
  16. Oleh-oleh dari Niza! Makasih dear!! Mau lagiiii…=D

  17. Kenyang di Poke Sushi. Makasih Binatang Besaaarrrr!!!!

  18. Oleh-oleh Cheezels dan Krispy Kreme dari Mas Dokter Selebritis yang mulia!! Enak..hahaha..

  19. Dapet lagi ”Story of A Girl’-nya NiKirain_udah_gedene Days! Hehe..Ah, jadi teringat.. :pNggak_banget
  20. 20. Hampir mengalahkan high-score yang dicetak emak gue (yang maniak PC game keluaran Gamehouse stelah mbak Ludi) dalam Bounce. Hohhoho..Nggak banget.

21. Kuliah udah masuk. Walaupun muak dengerin dosen, ngantuk, dan kedinginan (banget! Yakin deh. Penguin juga bakal pilek klo ikut kuliah di kelas itu) tapi senang sekali berjumpa dengan teman-teman dan seisi penghuni kampus =D

22. Kenyang di Notch. Makasih Nia, Ciput, Ika, Nilam..

23.Yak. Akhirnya setelah seminggu, kemaren ketemu bokap selama beberapa jam. Huh, kangen bapakkkuu..

Sometimes when you’re not in a state of happiness, recalling some good memories can make you feel better. Don’t you think so? :)

3 hal paling menyakitkan di dunia: sariawan, nahan boker, & kehilangan.

September 15th, 2006 by angelhuriblis

1. Karena nggak ada bujangan tampan, jantan, mapan, berpengalaman, bermasa depan menjanjikan, beraura kemakmuran, penuh dengan segala sisi kebaikan, dan bernama belakang Brosnan (BTJMBBDBKPDSSKBBB) melamar lo dengan mas kawin seperangkat alat solat, uang tunai, janur kuning, dan ondel-ondel.

2. Karena duit satu triliun nggak turun dari langit. Kuisnya Nico Siahaan cuma ngasih maksimal 2 milyar. Dan lo bahkan nggak menang.

Itu dua alasan utama kenapa kita harus memilih jalan demi membangun masa depan dengan kita sendiri setelah lulus SMU. (baca: mau kuliah dimana).

PiercebrosnanMaksudnya, kalo ada satu aja BTJMBBDBKPDSSKBBB yang ikhlas ngajak kawin nikah resmi atau gue menang Superdeal 2 Milyar 500 kali, sehingga gue punya jaminan hidup enak, tabungan cukup, dan dana buat beramal, rasanya gue ogah repot-repot kuliah. Hohohoh. Ngawur Lhur.

Baiklah, penjelasan judul dulu. Menurut gue, sariawan dan nahan boker itu nggak asik banget. Dan kehilangan, jauh lebih sakit lagi. Karena dia berasosiasi dengan PENYESALAN.

Kehilangan orang, barang, uang, harga diri, aspek. Apapun itu. Rasanya nggak enak. Dan satu hal yang paling sering gue hilangkan adalah WAKTU. Itu yang selalu gue sesalkan.

Sebenernya gue kehilangan itu sekitar lebih dari dua tahun yang lalu. Tapi mungkin efeknya baru kerasa akhir-akhir ini. Gue kehilangan satu momen besar. Momen untuk mikirin dan menentukan masa depan gue. Atau tepatnya..kemana gue akan pergi setelah lulus SMU. Gue nggak manfaatin waktu satu bulan lebih liburan itu untuk mikir, milih, dan berjuang.

Gue punya cita-cita yang nggak bisa diterima sama masyarakat. Nggak lazim. Sampah. Should_i_be_like_her_1Jadi gue harus mengubur itu dan menggantinya dengan cita-cita yang lebih rasional, prospektif, dan prestigius. Dan relatif Making_things_like_thesekelihatan lebih mulia di mata masyarakat Indonesia. Walaupun itu, bukan apa yang gue mau. Dan gue emang cupu. Gue bahkan nggak pernah berjuang untuk memperjuangkan impian gue, atau berusaha membuka jalan lain untuk masa depan gue. Bisanya cuma menyerah. Dan nurutin apa kata orang.

Maka di sinilah gue.

Tanpa pernah coba untuk ikut ujian masuk mandiri institusi itu. Tanpa pernah coba beli formulirnya. Tanpa pernah tahu bisa atau nggak. Tanpa pernah coba mikir untuk mencari cita-cita alternatif sendiri. Bahkan tanpa pernah tahu rasanya SPMB.

Gue nggak pernah tahu rasanya memikirkan, berusaha, dan berjuang menentukan masa depan gue sendiri. Temen SMA gue pernah nanya,

“Kenapa nggak coba ujian masuk fakultas itu?”. Buat apa? Nggak ada yang dukung gue.

“Kenapa nggak coba univ luar aja? Kan banyak yang bagus?”. Gue selalu pengin sekolah di luar. Tapi nggak tahu mau ngapain.

“Kenapa nggak coba SPMB? Nilai rapor sama UAN lo kan bagus. Mnurut gue lo bisa pilih apa yang lo mau.”. Udahlah. Gue udah terlanjur diterima disini. Suka gak suka gue harus kuliah disini. Mau apa lagi? Ikut UM atau SPMB dengan risiko ngambil jatah orang kalo lulus (itu jahat lho) dan capek doang kalo nggak??

Lagian, karena begitu tahu gue nggak akan bisa mempertahankan impian gue, gue udah males mikir. Terserahlah mereka mau taro gue dimana. Akal gue yang nggak sehat dulu bilang, “If you fail to make your OWN dream come true, you’ll have no one to blame. Just do what they want you to do, live their dream, then if you fail you can blame them.” Bener-bener nggak bijaksana. Dan sekarang, kalo gue ngaku gue nggak bahagia disini, gue akan tampak seperti orang nggak bersyukur. 

Gue seneng sama lingkungan gue sekarang. Segala komunitas. Dan terutama, temen-temen gue. Para staff, plus satpam inter yang tampan macem Bachtiar & Zaenal (mamalia terganteng seFKUI). Hahah -Mulai keluar konteks- Jadi selama ini gue mikir, walaupun tadinya nggak tertarik, tapi mungkin gue akan bisa mencintai dunia kedokteran nantinya.

Tapi setelah 2 tahun ada di sini, kok gue tetep nggak cinta juga? Yang ada cuma keterpaksaan. Kalo selama ini gue tetep bisa survive di sini karena tanggung jawab aja. Karena orangtua gue udah berbaik hati mau nyekolahin tinggi-tinggi. Dan karena gue masih selalu percaya sama orangtua gue. Mereka kan sayang banget sama anak-anaknya, jadi pasti milihin yang terbaik buat gue. Satu lagi, karena udah terlanjur. Dan gue adalah orang yang akan ngerjain apapun sebaik-baiknya di suatu tempat yang udah terlanjur bikin gue kecemplung di situ. Suka nggak suka.

Well I just have to be more patient to see the result.

And to wait for the time when medicine world can finally win my heart. (haha)

All I need is patience.

Masalahnya adalah, si Sabar ini nggak selalu menemani. Kadang yang dateng malah Kejenuhan. Bosen. Capek nunggu. Yang menimbulkan rasa bingung.

Mau ngapain sih lo, Lhur? Lo bahkan nggak tahu lo mo jadi dokter apa nggak!

Kalo gue bilang nggak mau. Trus kenapa?

Makan_tuh_motif_batik_2Alasan gue belajar untuk lulus ujian adalah demi dapet libur penuh tanpa remed. Gue nggak suka pelajaran di sini. Apalagi yang itu tuh. Klo bukan demi ujian h*sto, mana sudi gue blajar motif-motif batik lewat mikroskop selama bertahun-tahun? Itu mengingatkan pada Tata Busana masa SMP, pelajaran paling susah setelah PPKn. 

Apapun perdebatan yang terjadi dalam otak gue, toh gue udah terlanjur ada di tempat ini.

Losers wish they could turn back the time.

Now I wish the same way. Am I one of them then?

I wish I had used my time wisely to think, choose, and fight, instead of giving up.

Because it feels like I’ve been walking on the wrong lane.

Dan gue menyesal.

Menyesal karena udah kehilangan momen itu. Waktu itu. Waktu yang harusnya gue pake dengan lebih bijaksana untuk mempertahankan impian gue.

***

Yah. Itu kisah suram beberapa minggu lalu. Sekarang udah nggak kok. Temen baik gue bilang, “Nggak bersyukur amat sih lo! Udah bagus lo kuliah di tempat yang bener. Walaupun nggak suka, lo sama sekali nggak ada masalah akademis maupun non-akademis. Hidup lo enak. Lo nggak harus susah payah untuk dapet nilai bagus. Nggak harus kerja keras buat bisa bayar kuliah. Nggak harus bingung pengin sekolah di mana. Nyadar hoi!”

Dan dia bener juga. Dari dulu sampe sekarang juga jenuh & muak kayak gini juga udah sering. Mungkin akumulasinya baru sekarang. Bisa juga karena akhir-akhir ini gue cuma lagi gampang kesel aja. Maklum musim pancaroba (hah?). Tapi yah, yaudahlah, hehe..

Gue nggak tau moral post edisi ini. Cuma pengin kasih tau seseorang, atau beberapa orang di luar sana yang pernah mengalami hal yang sama. Lo nggak sendirian kok :)

Lo dapet sesuatu yang lo nggak mau, tapi itu patut lo syukuri. Lo mungkin udah salah jalan kayak gue, tapi, salah jalan itu kan nggak selalu bikin lo tersesat. Mungkin jalan yang lo pikir salah justru bisa membawa lo ke tempat yang lebih indah.

Mungkin lo juga pernah kehilangan waktu dengan sia-sia tanpa lo bisa balikin lagi, dan akhirnya lo menyesal.

Kata temen-temen gue yang pecinta film 9 Naga, “Menyesal itu cuma buat banci.”

Itu bener. Tapi banci juga manusia.

Jadi gue pikir, menyesal itu manusiawi kok, hehe.. :p

(btw, AnakDurhaka kok gak minjemin gue DVD-nya yah, malah ke Vira, huhue..)

Duren_duda_kerenWalaupun sakit, tapi apa daya, nasi sudah jadi bubur. Maksudnya, Datuk Khalid sudah diambil Siti Nurhaliza (lho?). Artinya, yang sudah terjadi terjadilah. Mungkin sekarang, cara terbaik untuk ngobatin sakitnya penyesalan karena udah milih jalan yang salah adalah dengan berusaha menemukan hal-hal menyenangkan dari jalan itu. Meyakini bahwa itu baik. Berdoa supaya penyesalan itu nggak datang lagi. Dan nggak akan kehilangan hal yang berharga itu untuk yang kedua kali :)

Human beings. Why are they the way they are?

August 9th, 2006 by angelhuriblis

Si Bodoh 1: "I would sail the seven seas just to find you."

Si Bodoh 2: "Don’t be silly. You can’t read maps."

Si Bodoh 1: "You see those beautiful stars in the night sky? I would fly up there, pick the best one, and bring it back for you."

Si Bodoh 2: "I thought you’re smarter than this. First, they’re heavy you know. Second, you’ll burn your hand. Third, if you bring even the smallest star to Earth, that means the end of the world. Didn’t your teacher ever tell you about the term ‘kiamat’?"

Si Bodoh 1: "Can’t you please appreciate every single thing I would do for you? What is so hard to say ‘thanks-dear-I-love-you’? Even if I say I would give you the whole world, can’t you just show me a little expression of happiness??”

Si Bodoh 2: “Did I ever ask you for that?”

Si Bodoh 1: “How could you say something so mean?”

Si Bodoh 2: “I’m not mean.”

Si Bodoh 1: “Your words are. I would do everything for you. Now tell me, if one day I die, would you die with me too?”

Si Bodoh 2: “Nope.”

Then Si Bodoh 1 turned his back and walked away.

Leaving Si Bodoh 2.

His heart broken.

He could never see Si Bodoh 2’s eyes.

Which were getting red and slightly puffy.

He’s stupid. She’s stupid.

She’s too stupid to tell what’s exactly on her mind.

He’s too stupid to ask her why.

“I don’t want you to get lost in the middle of nowhere. All alone in the stormy sea. I’m afraid of that. I swear I really am. And actually, you don’t have to go anywhere just to find me, because I’m always here beside you. Why don’t you take me along? So we can sail away, get lost, and get seasick together?”

“I’m not asking for the most beautiful star in the sky. I’m asking for the most beautiful moment in my life. That’s when you and I sit side by side, on top of the hill, watching this pretty night sky together. I don’t want you to risk your life to find something I never even asked for. What if you’re lost in the space and never return? Living a life without you feels like ‘kiamat’ for me.”

“If you’re too busy collecting every piece of the world, then you won’t have time to be with me. I’m not asking for the world. I’m asking to be with you. That means more than the world for me.”

“You don’t have to be someone who can do so many great things just to make me love you. Because I love you in every way.”

Little_white_flower“I want to put some little white flowers on your gravestone.  I want to pray for you everyday. I want to ask The Lord to place you in the most beautiful garden Heaven can have, and to take care of you forever. I know there’s nothing harder than living a life without you beside me, but no, I can’t die with you. It’s illegal and sinful to commit suicide. And if I do that, then I won’t be able to do all those things for you.”

“I haven’t finished my sentences. That’s my fault, I’m sorry. But if only you asked me why…”

That’s the reason Si Bodoh 1 could never hear.

***

Yak, kisah yang tolol. Maaf deh gue nggak jago bikin cerita yang lebih intelek. Ini bentuk ekstrimnya sih. Tapi ada aja kok yang kayak gitu. Sedih deh liatnya. Banyakan jengkelnya malah. Esssmosi memuncak seperti saat menonton sinetron-sinetron remaja yang diproduseri Raam Punjabi (fyi, konon telah berubah menjadi Ram Punjabii, atas alasan penyegaran nama) di stasiun-stasiun TV lokal. Huh!!

Tapi mau diapain lagi. Kadang manusia suka terluka oleh sesuatu yang sebenarnya nggak dibuat untuk melukai. Salah paham aja bisa bikin sakit hati. Banget. Padahal belum tentu ada maksud jahat. Bahkan nggak semua itikad baik berakhir bahagia.

Nggak semua orang bisa melihat suatu alasan secara utuh. Banyak orang nggak bisa menjelaskan suatu alasan dengan lengkap. Mungkin karena penyampai info malu, takut, atau kemampuan verbalnya buruk. Dan parahnya, si penerima info nggak bisa mengerti.

Mungkin juga karena,

Lo belum selesai ngomong, dia udah bikin kesimpulan sendiri.

Kita niatnya begini, mereka mikirnya begitu.

Si ini nggak bisa menjelaskan maksudnya, si itu nggak pernah konfirmasi.

Trus masing-masing salah mengerti.

Ujung-ujungnya perang deh.

Duh, jangan dong.

Jangan begitu.

Apa susahnya mengungkapkan sesuatu dengan jelas?

Apa susahnya bertanya lebih lanjut?

Sulit memahami.

Sulit dipahami.

Tolong kasih tau gue,

Kenapa ya manusia seperti itu? :(