O ina ni KAKA..
Wednesday, June 21st, 2006Suara gue jelek.
Destruktif dan nggak manusiawi.
Berbahaya dan dapat menyebabkan serangan jantung, impotensi, serta gangguan kehamilan dan janin.
Yah, tentu aja publik nggak secara eksplisit menyebutkan itu. Tapi gue tahu kok.
I can tell from their eyes.
Bahkan Ronan Keating pun spesial bikin lagu buat gue. Ini penggalan liriknya:
“You SING it best. When you SING nothing at all.”
Jahat memang.
Tapi sesungguhnya, pada dasarnya, dari jaman sebelum bapak lo lahir sampe sekarang takdir mempertemukan gue dengan yang mulia dokter Hafiz Soewoto,
gue percaya banget bahwa suara gue itu seksi, enak didengar, dan mencerminkan jiwa pancasila.
Menurut analisa gue, fakta bahwa Ruth Sahanaya bisa lebih eksis daripada gue sekarang itu disebabkan oleh perbedaan nasib semata.
(ye, what else?)
I say YES. Public says NO. I’ll prove them wrong.
Maka, beberapa hari yang lampau, berbekal karaoke set yang baru dibeli kakak gue si cantik yang rambutnya mirip VJ Rianti (ingat! hanya rambutnya!) dan baru saja berulang tahun tanggal 15 yang lalu, (selamat yah!), gue berambisi mencetak high-score di mesin pintar itu.
Gue akan buktikan mereka salah.
FYI nih, mesin karaoke ini deprogram untuk menilai penyanyinya.
Itu loh, semacem game tetris jaman gue SD, ketika gue masih pendek, kecil, dan ingusan (tentu saja gue sekarang besar, kuat, dan religius).
Tetris ini bisa berteriak “BEGO LU!” ketika lo akan kalah dan sesekali memuji “EH, BOLEH JUGA LU!” ketika lo lulus ke level selanjutnya.
Nah, mesin karaoke ini sepupu jauhnya tetris itu, dia juga bisa memberi komentar.
95-100 = what an excellent singer!
85-94 = good job!
70-84 = not bad
1-69 = you need more effort
0 = try to sing
Di bawah 0 = Hey Lhuri, I know it’s you. (bohong deh)
Maka gue segera mengunci pintu, menutup jendela, dan memastikan tidak ada orang lain yang menyaksikan peristiwa ini kecuali anggota keluarga gue sendiri.
Ngemmmeng2, inilah satu hal yang gue sukai dari ikatan keluarga.
Hubungan antar membernya sangat tulus.
Blood is thicker than water.
Semarah apa pun gue sama mereka, mereka nggak akan membenci gue.
Sejahat apa pun gue jadi anak, mereka akan tetap menyayangi gue.
Sejelek apa pun suara gue dan senista apapun cara gue bernyanyi, mereka nggak akan mengadukan gue ke Polda Metro Jaya atas tuduhan mencemarkan atmosfer
Jakarta .
Nah..Setelah beberapa lama bergaul dengan mesin ini.
Setelah menemukan lagu-lagu mana saja yang bisa dinyanyikan dengan mudah bahkan oleh organisme melata sekalipun, (contoh: “Hilang permataku”, “Kopral Jono”). Gue memberanikan diri mencoba lagu yang lebih menantang.
Sejenak gue berniat melantunkan beberapa tembang karena tertarik oleh judulnya yang NGGAK BANGET.
Contoh : “Cinta bukan matematika”, “Jimat Abang”, "Jeritan istri pertama", “Jakarta Tol Cikampek”, dan “Heart attack” (lagu kok serangan jantung).
Tapi nggak jadi.
Gue sempat mencoba lagu daerah, tapi karena baru menyaksikan aksi kepahlawanan seorang satria Brasil bernomor punggung 8 yang bikin gue kepincut (dan sempat menduakan Steven Gerrard), gue nggak konsen menyanyi, alhasil lidah ini gatal ingin selalu memanggil namanya.
“O ina ni KAKA…”
Jadi gue memutuskan untuk membawakan satu lagu kebangsaan gue yang amat sakral. Diciptakan oleh raja lirik gombal pujaan gue.
Inilah band jadul abadi kita..Air Supply.
“MAKING LOVE OUT OF NOTHING AT ALL”.
(Vira kalo baca ini nggak usah senyum-senyum)
Gue menyanyi dengan nada rendah di awal. Naik naik naik, sampai bagian
“the beating of my heart is a drum and it’s lost and it’s looking for a rhythm like you..”
à gombal abad ini.
My favourite.
Suara gue mulai melengking. Rintihan kuda. Gue nggak tahu seberapa parahnya hingga terjadi percakapan di bawah ini:
Ibuku istri bapakku (IIB) : “Kalo ibu nggak kenal kamu, dari suaranya ibu bisa nebak kalo yang nyanyi itu sejenis hobbit jelek yang wujudnya semrawut nggak karuan kayak suaranya.”
Gue : “Hmm..Gak pa-pa sih, tapi orang-orang bilang kita berdua mirip lho..”
IIB: (terdiam sesaat, lalu buru-buru menambahkan) “Kamu makin gede makin manis deh..”
Kemudian lagu itu habis.
Your score is (ehm, sekian). You need more effort.
Sial.
Pantang menyerah nggak ada di kamus gue.
Karena gue bahkan nggak bikin kamus.
Maka, gue mencari cara supaya minimal si mesin karaoke sok asik itu memuji gue dengan bilang, “good job!”
Setelah melalui penelitian panjang dan melelahkan..
Kutemukan jurus pamungkas!
1. Jangan pernah berhenti menyanyi. Minimal bergumamlah ketika teksnya masih ditayangkan. (Mesin durjana ini benci diabaikan).
2. Walaupun nggak bisa mengikuti lirik lagu, setidaknya bersenandunglah sesuai nadanya.
Percayalah, ini akan meningkatkan poin.
Misalnya teks menunjukkan lirik:
”..So I’m leaving on a jet plane. Don’t know when I’ll be back again..”
Lo bisa nyanyi:
”Hitam manis hitam manis yang hitam manis pandang tak jemu pandang tak jemu…”
Atau:
“Ouoh lelaki buaya darat. Busettt!! Aku tertipu lagi. Ouoh mulutnya manis sekali…”
Terserah deh. Yang penting nadanya masuk. Bahkan Tera Jana dan Genderang UI pun tidak dilarang.
Dan kalo mulai capek, bergumam pun nggak masalah. “Nyemenyemneynyemnyemenyemeyemenyenyemmmmmmmmmmmm…”. Boleh kok.
Hanya sekali lagi, pastikan nadanya masuk!
3. Yang terakhir. JANGAN PERNAH TERPENGARUH pada gambar background yang diberikan mesin ini ketika Anda sedang menyanyi.
Dia selalu menampilkan background untuk lagu secara random. Misalnya gambar laut, padang bunga, pantai, langit malam, orang pacaran, dan pemandangan lainnya.
Tapi memang kadang randomnya keterlaluan. Antara gambar dan lagu tidak ada relevansinya.
Contoh:
Lirik lagu yang terpampang di layar: ”..Livin la vida Loca! Livin la vida Loca, yeah! Come on!..”
Latar belakang yang ditampilkan: PANORAMA PETERNAKAN. Lengkap dengan sapi ceria yang merumput dengan gembira.
Walaupun hal itu sering membuat penyanyi ilfil, tapi cobalah untuk tetap berkonsentrasi.
Gue mengaplikasikan 3 hal diatas untuk lagu-lagu lawas kegemaran eyang gue dan, guess what, Gue mencetak high score! Ahaha!
Jadi, hikmah yang dapat dipetik adalah:
- Jangan minder. Percayalah pada dirimu sendiri.
- Ingat pepatah: Banyak jalan menuju Kenari Mas. Maksudnya, pasti ada cara mencapai cita-cita. Walaupun cita-cita lo sampah kayak contoh gue di atas.
- Usahakan tampang lo mirip sama mak lo. Insya Allah bermanfaat.
- Ingatlah selalu bahwa model video klip Ricky Martin yang original BUKANLAH golongan binatang ruminansia.
- Jadilah orang yang tanggap lingkungan. Karena gue dengan bodohnya baru menyadari bahwa Kaka punya senyum semanis itu. Where have you been, Lhur!?
- Tuhan baik banget lho. (ada yang tau kenapa?)
- …
- Now find your own answer(s)





