Archive for June, 2006

O ina ni KAKA..

Wednesday, June 21st, 2006

Suara gue jelek.

Destruktif dan nggak manusiawi.

Berbahaya dan dapat menyebabkan serangan jantung, impotensi, serta gangguan kehamilan dan janin.

Yah, tentu aja publik nggak secara eksplisit menyebutkan itu. Tapi gue tahu kok.

I can tell from their eyes.

Bahkan Ronan Keating pun spesial bikin lagu buat gue. Ini penggalan liriknya:

“You SING it best. When you SING nothing at all.”

Jahat memang.

Tapi sesungguhnya, pada dasarnya, dari jaman sebelum bapak lo lahir sampe sekarang takdir mempertemukan gue dengan yang mulia dokter Hafiz Soewoto,

gue percaya banget bahwa suara gue itu seksi, enak didengar, dan mencerminkan jiwa pancasila.

Yudhoyono_feat_garuda_pancasila

Menurut analisa gue, fakta bahwa Ruth Sahanaya bisa lebih eksis daripada gue sekarang itu disebabkan oleh perbedaan nasib semata.

(ye, what else?)

I say YES. Public says NO. I’ll prove them wrong.

Maka, beberapa hari yang lampau, berbekal karaoke set yang baru dibeli kakak gue si cantik yang rambutnya mirip VJ Rianti (ingat! hanya rambutnya!) dan baru saja berulang tahun tanggal 15 yang lalu, (selamat yah!), gue berambisi mencetak high-score di mesin pintar itu.

Gue akan buktikan mereka salah.

FYI nih, mesin karaoke ini deprogram untuk menilai penyanyinya.

Itu loh, semacem game tetris jaman gue SD, ketika gue masih pendek, kecil, dan ingusan (tentu saja gue sekarang besar, kuat, dan religius).

Tetris ini bisa berteriak “BEGO LU!” ketika lo akan kalah dan sesekali memuji “EH, BOLEH JUGA LU!” ketika lo lulus ke level selanjutnya.

Nah, mesin karaoke ini sepupu jauhnya tetris itu, dia juga bisa memberi komentar.

95-100 = what an excellent singer!

85-94 = good job!

70-84 = not bad

1-69 = you need more effort

0 = try to sing

Di bawah 0 = Hey Lhuri, I know it’s you. (bohong deh)

Maka gue segera mengunci pintu, menutup jendela, dan memastikan tidak ada orang lain yang menyaksikan peristiwa ini kecuali anggota keluarga gue sendiri.

Ngemmmeng2, inilah satu hal yang gue sukai dari ikatan keluarga.

Hubungan antar membernya sangat tulus.

Blood is thicker than water.

Semarah apa pun gue sama mereka, mereka nggak akan membenci gue.

Sejahat apa pun gue jadi anak, mereka akan tetap menyayangi gue.

Sejelek apa pun suara gue dan senista apapun cara gue bernyanyi, mereka nggak akan mengadukan gue ke Polda Metro Jaya atas tuduhan mencemarkan atmosfer

Jakarta

.

Nah..Setelah beberapa lama bergaul dengan mesin ini.

Setelah menemukan lagu-lagu mana saja yang bisa dinyanyikan dengan mudah bahkan oleh organisme melata sekalipun, (contoh: “Hilang permataku”, “Kopral Jono”). Gue memberanikan diri mencoba lagu yang lebih menantang.

Sejenak gue berniat melantunkan beberapa tembang karena tertarik oleh judulnya yang NGGAK BANGET.

Contoh : “Cinta bukan matematika”, “Jimat Abang”, "Jeritan istri pertama", “Jakarta Tol Cikampek”, dan “Heart attack” (lagu kok serangan jantung).

Tapi nggak jadi.

Gue sempat mencoba lagu daerah, tapi karena baru menyaksikan aksi kepahlawanan seorang satria Brasil bernomor punggung 8 yang bikin gue kepincut (dan sempat menduakan Steven Gerrard), gue nggak konsen menyanyi, alhasil lidah ini gatal ingin selalu memanggil namanya.

“O ina ni KAKA…”

Jadi gue memutuskan untuk membawakan satu lagu kebangsaan gue yang amat sakral. Diciptakan oleh raja lirik gombal pujaan gue.

Inilah band jadul abadi kita..Air Supply.

“MAKING LOVE OUT OF NOTHING AT ALL”.

(Vira kalo baca ini nggak usah senyum-senyum)

Gue menyanyi dengan nada rendah di awal. Naik naik naik, sampai bagian

“the beating of my heart is a drum and it’s lost and it’s looking for a rhythm like you..”

à gombal abad ini.

My favourite.

Suara gue mulai melengking. Rintihan kuda. Gue nggak tahu seberapa parahnya hingga terjadi percakapan di bawah ini:

Ibuku istri bapakku (IIB) : “Kalo ibu nggak kenal kamu, dari suaranya ibu bisa nebak kalo yang nyanyi itu sejenis hobbit jelek yang wujudnya semrawut nggak karuan kayak suaranya.”

Gue : “Hmm..Gak pa-pa sih, tapi orang-orang bilang kita berdua mirip lho..”

IIB: (terdiam sesaat, lalu buru-buru menambahkan) “Kamu makin gede makin manis deh..”

Kemudian lagu itu habis.

Your score is (ehm, sekian). You need more effort.

Sial.

Pantang menyerah nggak ada di kamus gue.

Karena gue bahkan nggak bikin kamus.

Maka, gue mencari cara supaya minimal si mesin karaoke sok asik itu memuji gue dengan bilang, “good job!”

Setelah melalui penelitian panjang dan melelahkan..

Kutemukan jurus pamungkas!

1. Jangan pernah berhenti menyanyi. Minimal bergumamlah ketika teksnya masih ditayangkan. (Mesin durjana ini benci diabaikan).

2. Walaupun nggak bisa mengikuti lirik lagu, setidaknya bersenandunglah sesuai nadanya.

Percayalah, ini akan meningkatkan poin.

Misalnya teks menunjukkan lirik:

”..So I’m leaving on a jet plane. Don’t know when I’ll be back again..”

Lo bisa nyanyi:

”Hitam manis hitam manis yang hitam manis pandang tak jemu pandang tak jemu…”

Atau:

“Ouoh lelaki buaya darat. Busettt!! Aku tertipu lagi. Ouoh mulutnya manis sekali…”

Terserah deh. Yang penting nadanya masuk. Bahkan Tera Jana dan Genderang UI pun tidak dilarang.

Dan kalo mulai capek, bergumam pun nggak masalah. “Nyemenyemneynyemnyemenyemeyemenyenyemmmmmmmmmmmm…”. Boleh kok.

Hanya sekali lagi, pastikan nadanya masuk!

3. Yang terakhir. JANGAN PERNAH TERPENGARUH pada gambar background yang diberikan mesin ini ketika Anda sedang menyanyi.

Dia selalu menampilkan background untuk lagu secara random. Misalnya gambar laut, padang bunga, pantai, langit malam, orang pacaran, dan pemandangan lainnya.

Tapi memang kadang randomnya keterlaluan. Antara gambar dan lagu tidak ada relevansinya.

Contoh:

Lirik lagu yang terpampang di layar: ”..Livin la vida Loca! Livin la vida Loca, yeah! Come on!..”

Latar belakang yang ditampilkan: PANORAMA PETERNAKAN. Lengkap dengan sapi ceria yang merumput dengan gembira.Merumput_dan_menyusui

Walaupun hal itu sering membuat penyanyi ilfil, tapi cobalah untuk tetap berkonsentrasi.

Gue mengaplikasikan 3 hal diatas untuk lagu-lagu lawas kegemaran eyang gue dan, guess what, Gue mencetak high score! Ahaha!

Jadi, hikmah yang dapat dipetik adalah:

  1. Jangan minder. Percayalah pada dirimu sendiri.

  2. Ingat pepatah: Banyak jalan menuju Kenari Mas. Maksudnya, pasti ada cara mencapai cita-cita. Walaupun cita-cita lo sampah kayak contoh gue di atas.

  3. Usahakan tampang lo mirip sama mak lo. Insya Allah bermanfaat.

  4. Ingatlah selalu bahwa model video klip Ricky Martin yang original BUKANLAH golongan binatang ruminansia.

  5. Jadilah orang yang tanggap lingkungan. Karena gue dengan bodohnya baru menyadari bahwa Kaka punya senyum semanis itu. Where have you been, Lhur!?

  6. Tuhan baik banget lho. (ada yang tau kenapa?)

  7. Now find your own answer(s)

FALLING IN LOVE MAKES YOU HEALTHIER

Wednesday, June 21st, 2006

Gue sih gitu.

Kalo nggak percaya lo boleh cek toko sebelah.

Hehe.

Inilah satu-satunya jatuh yang enak.

Dengan catatan jatuhnya di tempat yang benar.Untitled17

Especially when you’re sure there’s someone to catch you when you fall.

Tapi kalo nggak ada yang nangkep ya nggak apa-apa juga.

Pegangan aja supaya jatuhnya elegan dan nggak sampe nyungsep.

Well, what about you people? :)

God is always fair. It’s the world who treats you unfairly.

Friday, June 16th, 2006

Once upon a time.

A long long time ago.

When Deddy Mizwar hadn’t been paid for advertising Sozzis.

And when Bambang Reguna Bukit hadn’t turned into Bams ‘Samsons’.

Human beings had been taught to thank God for everything they got.

Every mother and father in this planet always said.

“God is kind”

“God loves you”

“God is fair”

Often they put the word “MAHA” before every adjective word that positively describes God.

Supposedly, you should have known that those statements are true. And that is what you’ve got to believe.

***

Based on that theory.

Supposedly,

My life and yours,

Will always seem so beautiful

Our lives should have been filled with gratitude and thankfulness to the Almighty.

How happy you are for being born like this.

How lucky you are for having such a wonderful life.

But why,

Why do we keep complaining,

“Bulu dada Sharukh Khan bisa bikin kaum hawa klepek-klepek. Tapi kenapa punya gue bikin mereka pengin muntah?”

”Colin Farrell dibayar jutaan dolar buat pelihara kumis dan jenggot. Tapi kenapa pas gue cuma lupa cukur janggut, gue ditahan sekuriti airport mancanegara karena dikira sepupunya Osama?”

”Sama-sama makan telor banyak. Tapi kenapa Ade Rai bisa punya bisep masif sementara gue bisulan doang?”

“David Hasselhoff populer karena suka lari-lari telanjang di pinggir pantai. Tapi kenapa kalo gue yang begitu, gue ditangkep polisi atas tuduhan meresahkan masyarakat?”

“Gue cinta mati sama Nicholas Saputra. Tapi kenapa dia lebih milih Mariana?”

“Natalie Portman botak kok masih cakep? Kenapa gue gundul cowok-cowok ngeri?”

“Gue juga bisa duduk, main bola, lompat, dan pura-pura mati. Gue lebih pinter dari dia. Gue bahkan lulusan summa cum laude dari FKUI. Tapi kenapa Lassie lebih terkenal daripada gue?”

Lassie

“Kenapa dia bisa dan gue nggak?”

“Kenapa dia begitu dan gue begini?”

“Kenapaaaaa??!!”

Terus ujung-ujungnya,

“Kok Tuhan nggak adil?”

“Katanya Tuhan Maha Baik..”

“Kenapa Tuhan nggak sayang sama gue?”

Just admit it, will you?

Ever felt this way?

What?! NO?

Well then, you might be some kind of titisan dewata, orang suci, or nabi yang menjelma.

(Eh tunggu, nabi aja ada kok yang pernah mengeluh sama Tuhan..)

***

Alright, I’ve got this from someone inside my head.

God is always fair.

The world is unfair.

That’s because God has told it to do so.

But remember, God wants the world to treat EVERYBODY unfairly.

He never wants to see you being the only person to be treated unfairly by the world.

You get what that means?

Sometimes the world puts a smile upon your face.

Sometimes it hurts you so bad.

Everybody’s got their own problem.

That’s the fact.

But somehow you don’t see it.

You feel like you’re the unluckiest person in this world.

There are two best ways to solve this problem.

First is trying to find some good qualities in you that other people don’t have.

Second is to revise your prayer.

1. The first way sounds cliché. But one reason why something sounds cliché is because that something is true.

For instance, if I were the guy who envies Sharukh Khan, I would tell myself this,

“Bulu dada gue emang nggak seksi. Tapi sex appeal gue terletak pada senyuman gue yang imut-imut dan menggemaskan. Alhamdulillah gue terlahir sebagai cowok lucu..”

And for the other jealous characters mentioned above,

“Biarin deh Colin Farrell bisa keliatan hot dengan cara itu. Tapi paling nggak, gue kan nggak disangka homo. Alhamdulillah saya dijauhkan dari isu miring..”

“Hmm, mungkin gue makan bagian telur yang salah. Hmm, masih untung cuma bisulan. Alhamdulillah saya nggak kena flu burung..”

“Untung polisi mengingatkan gue. Kalo nggak bisa-bisa gue masuk angin. Alhamdulillah polisi masih sayang sama gue..”

“Natalie emang cakep sih. Tapi masih untung gue lahir sebagai cewek normal. Alhamdulillah..

“Itu pilihan Nico. Gue mah pasrah aja. Tapi denger-denger gue masuk criteria cewek idaman pria-pria mapan macam Cok Simbara loh. Alhamdulillah..”

(For the last case about someone who envies Lassie, NO COMMENT, this guy must be completely insane)

Stop being jealous. Give yourself some compliments. It does help!

2. Revising your prayer would sound nonsense to some people. But I tell you what, those people are idiots.

Make your prayer a humble one. Don’t “command” God with prayer like this.

“Dear God, please make my face prettier than Luna Maya’s, my body an inch taller than Maria Sharapova’s, and my b**bs twice bigger than Sarah Azhari’s. I also want to be a powerful leader like that freaking charming Menaldi Rasmin. And one last thing, please make my fiancé hotter than Steven Gerrard. Amen.”

Mnl 

Because when God doesn’t give what you want, you’ll be very upset. But when He makes your wishes come true, you will ask for more. There’s no way to satisfy you. Everything’s just not enough.

So if you ever had a prayer like the one above, change it into this one,

“Dear God. Thank you for everything you’ve given to me. I hope you will always love me like this forever. Please show me the best way to live my life. And please help me to be always grateful for everything I’ve got. Amen”

Trust me. These ways do work! :)

TERPUJILAH KETAMPANAN..

Thursday, June 15th, 2006

Sumber: Koran KOMPOS, Jumat 16 Juni 2006.

Diedit secara semena-mena oleh penulis.

PETER CORO dan STEVEN GATOT pastikan TIM EHGANTENGBANGET lolos ke putaran selanjutnya.

Setelah bermain mengecewakan selama 80 menit lebih,

tim Ehgantengbanget akhirnya meraih poin penuh lewat 2 gol yang dicetak striker Peter Coro (bukan nama sebenarnya) atas umpan matang dari David Bambang (juga bukan nama sebenarnya, selanjutnya semua nama adalah rekayasa penulis) dan tendangan spektakuler gelandang yang merupakan icon salah satu klub besar dunia LHuRiverpool, Steven Gatot (Ganteng Total).

Kemenangan tim Ehgantengbanget atas tim Tiada-Trlalubruntung ini juga tidak lepas dari penyelamatan-penyelamatan besar yang dilakukan bek John Teri.

Oh dia benar-benar kebapakan..

Gelandang serang Frank Tampar tidak perlu kecewa karena tembakan-tembakannya belum berhasil membuahkan gol.

Walaupun kesal, dia tetap tampak sangat cute.

Ah sudahlah, saya nggak ingin komentator bola lokal yang hobinya mengomentari ajang-ajang internasional.

Bagaimanapun,Gerrardmarch05celebrates

Keberuntungan ada di pihak yang tampan..

3052626024

*saya meleleh..

*Kisah ini ini bukan fiktif semata, namun fakta yang difiktifkan, kemiripan nama-nama tokoh dan tempat kejadian merupakan suatu kesengajaan yang jelas-jelas direkayasa.

Kutukan (sekali lagi) Ian Kasela

Friday, June 9th, 2006

Mengacu kepada postingan saya kemarin.

Moral yang dapat dipetik adalah,

When something goes wrong,

the first one to take the blame on is yourself.

Gue sadar betapa merananya hari itu.

Gue menantikan pembukaan piala dunia yang hanya terjadi 4 tahun sekali.

Gue menunggu dan menunggu seperti layaknya binatang ternak menanti takdir di hari raya kurban.

Tapi penantian itu berakhir sia-sia.

Ketika hari itu tiba, gue salah membaca momen.

Kasarnya, iyeeee..gue salah jadwal.

Di dalam hati yang paling dalam, gue menyumpahi SCTV sampai ke ucapan terkasar yang pernah didengar penghuni neraka.

[hehe nggak deng, hiperbolis aja gue..]

"Man, who the hell do you think you are??!! We’re not even participating in that world Cup. Hendro Kartiko is not playing!! He’s watching tv just like we are!! Nobody with Indonesian football-blood is gonna kick the ball there. Why do you people bother making a show that is no more important than what I want to see??"

"Tell those pornstars to stop dancing!"

"Let Donna Agnesia sit quietly and put the camera on what happens in Germany!!"

"..And why in the world is this Radja guy suddenly appears..Is he trying to ruin my life or what?"

Nah, itu gambaran betapa jengkelnya saya pada tabiat the Indons.

Mereka nggak pernah belajar.

Mulai dari Academy awards, Worldcup2002, sampe Euro 2004.

Kita the Indons, nggak pernah partisipasi di ajang2 itu.

Kita cuma PENONTON SETIA.

SEJATI.

TOTAL.

MURNI.

(mudah-mudahan nggak abadi)

Jadi gue nggak habis pikir kenapa mereka sibuk membuat acara yang seolah-olah membuat kita ambil bagian dari peristiwa2 itu.

Kenapa mereka nggak siarin aja secara langsung?

Bolehlah potong sama iklan.

Tapi nggak usah sampe kejadian-kejadian penting disana kepotong sama kejadian-kejadian nggak penting disini dong!!

Okelah, gue boleh sewot karena itu.

But if I had been being a little wiser,

I wouldn’t have to be that mad.

Iya nggak?

Coba pikir,

Stasiun TV swasta butuh lebih banyak laba. Makanya mereka memperpanjang waktu siaran. Yang disana acara sebenernya mulai jam 11, seolah dibikin mulai jam 9 di sini.

Ada kuis2 dulu, nambahin job buat para presenter.

Joget2 dulu, bonus honor buat para penari kurang terkenal.

Ngemmmeng2 dulu, ngasi kerjaan buat komentator lokal dulu.

Lumayan kan nambah dua jam buat slot iklan?

Khusus untuk kasus yang kemaren, gue boleh kesel, tapi gimana dengan para penggemar Radja di seluruh nusantara?

Mereka pasti heppi berat liat jagoannya teriak-teriak bikin gue depresi.

Mereka bakal makin cinta sama kacamata hitam. Sehingga penjualan benda keramat itu meningkat di seluruh cabang2 ITC sejagat Indonesia.

Secara nggak langsung meningkatkan perputaran uang bagi perekonomian Indonesia, dan pada akhirnya memperluas lapangan kerja bukan?

hehehe..okelah itu agak terlalu jauh.

Tapi intinya,

I’ve just learned something new.

I’m not supposed to blame everybody for something I don’t like.

Yang gue pikir memuakkan,

bisa jadi memberi efek positif luar biasa terhadap orang lain.

Nah, satu lagi, tentang moral hari ini,

Jangan buru-buru menyalahkan orang lain.

Siapa tahu kitalah terdakwanya.

Seandainya gue lebih teliti memantau jadwal, mungkin gue nggak akan gondok menonton Ian Kasela jingkrak-jingkrak di layar tv gue.

Gue bakal menonton pembukaan dengan ontime. Pada jam 11 malam. Seperti yang temen gue katakan.

Heheheh..

Seharusnya gue nggak memaki-maki Ian Kasela,

Nyumpahin bintitan di matanya nggak sembuh sampe kiamat.

Dia nggak salah apa-apa.

Tapi gue dengan tidak manusiawi menghujat dia.

Makanya sekarang gue mendapat ganjarannya.

Sekarang mata gue yang bengkak sebelah.

Membengkak.

dan Meradang.

You know what this means, don’t you?

Sial.

I want World Cup Opening Ceremony. NOT IAN KASELA!

Friday, June 9th, 2006

*This one human being should be thankful for being the first person to be mentioned in my precious blog*

Baiklah,

Atas nama kacamata Ian Kasela,

I admit it, it was my fault. I misread Kompas’s acara hari ini.

I thought World Cup opening ceremony would start at 9 pm on SCTV.

So I turned the TV on and prepared myself with joy and happiness for the sake of watching what universe called “keajaiban dunia tahun ini”.

But what did I get?

It was some mbak-mbak seksi berbaju minim moving their hips proudly.

Jogeting excitedly without any concern of what should the do in the court if RUU APP is being disahkan.

Then Donna Agnesia appeared on the screen. With a tall guy called Darius something.

Well who cares anyway?

Alright, I was being patient.

I thought, maybe after this, they would put something about what happened in

Germany

into my tv.

But what they had been doing was,

THEY GAVE ME IAN KASELA!!

RIGHT IN FRONT OF MY FACE!!

A celebrity whose eyes are bintitan for the rest of his famous life!

And oh my God, oh my God!!

He was singing.

Live.

I kinda think he knew I hate that song.

Man, he’s singing even louder.

And he’s yelling.

I knew he did it on purpose.

Making me suffer even more.

He knew I was waiting for some other important people in

Germany

.

Not for him.

He knew it!

Then he smiled triumphantly.

I couldn’t stand that anymore.

And can you guess what happened next?

I fell asleep.

And woke up at 11.20 pm,

When the first match had begun.

I realized one thing,

I just missed the opening ceremony.

Critically appraising blog of ANGELHURIBLIS

Friday, June 9th, 2006

Berdasarkan ilmu dari modul EBM,

Evidence Based Medicine yang Emang Bikin Males.

Tentang Critical Appraisal.

(Well it is like..questions to ask when you read a journal.

Yah kira-kira, sejenis tata krama membaca jurnal.)

Jadi marilah kita menelaah jurnal saya sebagai mana mestinya.

Menggunakan beberapa pakem yang telah ditetapkan.

  • Is it of interest?

“An immediate guide to whether a paper may worth reading come from the title.

This will indicate how relevant the topic is to the info needed and how interesting the results are likely to prove.”

Jadi, mari kita lihat nama blog saya.

ANGELHURiBLiS.

Does that mean anything? Yes it does!

Dari namanya aja akan terlihat bahwa orang ini senang membuat sesuatu yang nggak worth reading bagi pembacanya.

Nyampah.

Buang-buang waktu.

Nggak nambah ilmu.

Cenderung memicu degradasi intelegensia Anda.

Sebuah jurnal elektronik a.k.a BLOG yang nggak dibangun dengan akal sehat, nurani yang suci, dan tingkat kecerdasan kaum homo sapiens.

Penulis adalah komposisi seimbang dari bangsa setan dan bangsa malaikat yang manusiawi namun cenderung bertabiat hewani.

Udahlah, rencana awal saya, tadinya berniat bikin blog yang full-english biar keren kayak anak muda global jaman sekarang. Tapi apa daya, itu tidak mudah. Saya bukan jenius dalam berbahasa Inggris.

Jadi saya beralih ke rencana alternatif, membuat blog yang menggunakan bahasa Indonesia dengan format EYD dan kaidah-kaidah dari KBBI. Tapi apa daya, Bahasa Indonesia saya jauh lebih kacau daripada bahasa Inggris saya.

*Oh seandainya gue diijinkan menggunakan bahasa lain yang paling gue kuasai* Sayangnya Friendster tidak menyediakan fitur bahasa binatang yang universal.

Jadi, inilah nama yang saya pilih.

Menunjukkan kepada dunia inilah Lhuri (peduli amat).

Manusia yang kadang sebaik malaikat dan lebih sering menjadi tiruan setan.

Punya blog yang bilingual. Dwibahasa seperti namanya.

Kadang bahasa Inggris ngawur, kadang bahasa Indonesia primitif.

Isinya?

Menurut looohhh??

  • Why was it done?

Background and purpose.”

Saya menyadari bahwa ujian essay di kampus ternyata sangat mengangkat nilai saya. (sh** man, padahal klo pas ujian suruh nulis, gue pasti lama cari ide buat ngemmmeng).

Maka blog ini dibuat untuk melatih saya mempersiapkan diri dalam ujian essay yang akan datang. Agar kelak ngemmmengan saya di kertas ujian cukup lihai dalam membodohi dosen untuk memberikan poin lebih.

Amin.

  • How was it done?

“Methods. The way you use. The time it is made. Yeah things like that dude..”

Caranya ya ditulis aja. Ngetik pake kaki depan apa susahnya?

Sesungguhnya niat ini telah terbesit sejak tahun lalu. Namun apa daya.

24 hours a day is not enough, darling!

Writing a journal took forever.

I couldn’t waste my time of my life writing things that wouldn’t do me any good.

So I thought maybe I could do it in new year holiday.

*Nggak sempet juga.

Pake rese mau nyari tanggal baik buat launching blog.

Mau dipas-pasin sama tahun baru, valentine, lebaran, hari raya kurban, paskah, nyepi, sampe waisak.

Seremonial banget lah..Sooooooo Indonesian.

Tertunda lagi..

Namun akhirnya..

…Jreeeeeengggggg!!!

Malam ini,

090606,

Semua orang merayakannya dengan penuh sukacita,

Bertepatan dengan dibukanya piala dunia 2006,

Maka blog saya pun dirilis!!

Hahahaha..

  • What has it found?

“It is also worth checking whether the results fulfil the aims of study.”

InsyaAllah, pesan-pesan moral yang terkandung dalam setiap kisah hidup saya dapat:

-Mencerdaskan bangsa.

-Membangun kembali akhlak generasi baru yang makin bobrok.

-Menjauhkan kawula muda sekarang dari hal-hal maksiat.

            [....Hahaha! Yang bener aja Lhur..]

  • What are the implications?

“The value. The extent. What you are going to tell the world.”

Oh itu terserah yang baca dong..

Maksud saya begini. Anda boleh terjemahkan apa pun. Sesuai selera. Interpretasi boleh apa saja.

Satu hal yang perlu diketahui adalah,

Bahwa saya orang yang ekspresif,

Tapi implisit.

Ekspresif. Tapi implisit.

Ngerti?

Apapun yang saya tulis di sini nantinya bukan sesuatu yang gamblang.

Silahkan artikan sendiri maksud saya.

  • What else?

Well I’m just telling you one other reason I launch a silly blog like this is, because..

Because I need that!

Hey! My head isn’t big enough to hold every single thing that happens in my life.

Gimana nanti kalau saya lupa?

Setiap hari adalah satu episode kisah hidup saya.

Dan saya dikontrak eksklusif seumur hidup untuk itu.

Ingatlah bahwa beberapa hasil karya baru dihargai setelah pembuatnya mati.

Jadi seandainya saya mati muda, saya akan senang sekali, sambil menonton Liga Inggris dan makan jeruk di alam baka, melihat orang-orang membuang-buang waktu mereka yang berharga untuk membaca blog saya yang miskin akan ilmu pengetahuan dan wawasan ilmiah, heheheh…

(Right LHuRi..Just keep on dreaming..)