Archive for December, 2006

Selamat Hari Bu Gendut

Saturday, December 23rd, 2006

My mother is a supermom.

I think she’s a kind of magician. Orang sakti. Female version of David Copperfield. She’s great. I call her Bu Gendut. Bu Gendut the Great.

Dsc00109Great people somehow like to do weird crazy things.

So I ever thought that Bu Gendut was crazy too.

I’m gonna tell you why.

Waktu gue kecil (maksudnya LEBIH kecil dari sekarang, jadi tolong hentikan tawa sarkastiknya), gue adalah satu dari Top Ten Weirdest Creepiest Ugliest Babies in the world. Bermuka aneh, berrambut jarang, punya senyum janggal, dan bisa bikin perasaan nggak enak. Udah gitu penyakitan, bandel, pecicilan, dan konon susah banget dilahirin.

Tapi anehnya Bu Gendut nggak berniat membuang gue atau minimal tuker tambah sama bebek peking. Jadi gue sempat berpikir, ada kemungkinan emak gue waktu itu gila.

Coba ya, waktu pertama kali lihat foto gue sendiri waktu kecil aja gue membatin, “MasyaAllah, makhluk apa ini?? Kalo gue punya anak kayak gini, pasti udah gue udah bikin perjanjian sama keluarga Jin Tomang untuk menukar anak gue dengan anak mereka yang lebih layak pandang.”

(hahaha, nggak separah itu deh, seperti biasa gue ngawur ;p)

Dulu_gue_kayak_gini_lho Menurut hipotesis gue, alasan kenapa gue tetap dipelihara adalah karena saat itu Mbak Ludi sedang ingin punya piaraan, dan dia lebih suka orangutan ketimbang bebek peking.

Ternyata hipotesis itu salah. Bu Gendut was completely sane at that time. Bu Gendut memang bertekad membesarkan gue karena menurutnya, saat itu gue adalah bayi yang sangat cantik dan oke punya. (FYI, baru-baru ini aja Bu Gendut beres-beres foto jadul dan mengakui dia dulu tidak sadar bahwa wujud gue layak disebut ‘the twin sistah of E.T’. Yeah right. She was blinded by motherly love).

Gue dibesarkan dengan penuh kasih sayang super tulus yang nggak pernah minta uang kembalian. Apalagi kalo receh.

So Bu Gendut is a good mother. She never mengutuks all her durhaka kids into crying stones, like what Malin’s mad mother did in Minang land.

Bu Gendut hardly ever gets any present from us on her birthday or Mother’s day. And she never asks for it you know. She doesn’t complain, she doesn’t demand.

Bu Gendut is smart. She loves to teach us pelajaran-pelajaran untuk pekan ulangan umum except PPKn because she thinks it’s all about rubbish. The pasal-pasal, the undang-undang, and all that peraturan Negara instead of good moral. Yes, crap.

Bu Gendut wakes me up early in the morning on my exam’s day. Even when she has just slept at 1 am, she sets the alarm at 4 so she can call me in kos-kosan just to make sure whether I have woken up and study or not.

Bu Gendut never complains about how weird her children are. She always likes our stupid jokes.

Bu Gendut doesn’t have enough sleep when her children are sick.

Bu Gendut is a very good wife (tentu saja bapak gue adalah good husband too). It’ll take too many words to explain why :)

Bu Gendut is super bawel. Especially when it comes to her idealism. It breaks her heart to know I cheat during the exam. She never allows Pak Sugeng to specially pick me up with mobil kantor kalo nggak ada urusan bokap di yang searah sama daerah-daerah kampus. She’s a kind of emak-emak bawel who holds high the value of trust and honesty :)

Bu Gendut never bergosips with tetangga about her family. She hardly ever talks about private stories among us to anybody else except to her kids. We’re the only people whom she talks to. That’s why it upsets her when we’re all busy with our stuff and no one of us is available to listen to her curhats. Maaf yah bu..

Bu Gendut is cool because she always be one of the top scorers in Feeding Frenzy, Dynomite, Zuma, and many other GameHouse’s products.

Bu Gendut loves the term “Bu Gendut” I gave to her. Very much. Yeah that’s weird.

Bu Gendut is great because she can do magic. She can turn a baby orangutan into an angel. (Alright, not exactly an angel. But also anak setan, bocah tengil, and female version of Malin Kundang who likes to menyampah in Friendster blog)

What makes Bu Gendut even greater is that because she loves me for what I am.

There will always be too many celebrations, important dates, and good days in December. And I never have a present for you like the years before, have I?  Actually I was going to post this on December 22. But it hadn’t been finished yet anyway. So I guess I should apologize for being late.

Dsc00101Aku tau lho ibu suka kurang kerjaan baca blog-blog di frenster, hehehee..

Jadi, selamat hari bu gendut, Bu..

Sayang banget sama Bu Gendut :)

[P.S. People, nanya dong..Am I the only kid who never gives present to her mother on Mother’s day? Bagaimana dengan yey? What do you guys do on that day? Hopefully you’re all being better daughters and sons than I am. Well, aren’t you? Hehe..]

[P.S.2. Merry Christmas and Happy New Year folks!]

Antara Aku, Hantu Jeruk Purut, dan Aa Gym

Sunday, December 3rd, 2006

Post perdana di bulan ini gue awali dengan opini tentang film Hantu Jeruk Purut.

  • Tokoh utama kurang lovable, tidak simpatik, ngeselin, dan minta
         digampar.
  • Hantu terlalu sering muncul dengan cara
         yang tidak kreatif dan inovatif.
  • Akting standar.
  • Tidak ada tokoh yang cerdas.
  • Film berisik dengan efek suara
         hiperbolis.
  • Nakutin di awal, cupu mampus di akhir
         (gue penakut).
  • Oke, Samuel Beckenbauer
         Heckenbecker-nya cakep.

 
Satu hal yang paling gue
benci dari suatu film horor adalah ketika hantunya mulai menggunakan gadget
canggih. Seperti The Ring misalnya (menurut lo Sadako bayar tagihan telpon
nggak? ), juga hantu Bangku Kosong yang jago sms (jadi, dia pake XL atau
Telkomsel? Atau ketik reg spasi Bangkukosong kirim ke 9090, sms yang kamu
terima dikirim langsung dari hape saya). Dan kali ini, OMG, hantunya bisa ngetik di Words dalam Times new
Roman, kalo nggak salah. Yah, rupanya ketika Lasmi masih hidu
p, laptop sudah menjadi
barang lazim.

 
Hantu_jeruk_kecutMaka jangan
salahkan kalo Harvey Xinlaw Bengkak tertidur pulas hampir sepanjang film. Ricky
mojok terkantuk-kantuk. Rangga sibuk bikin alternatif cerita sendiri. Richard
takut-takut tapi cengengesan. Gue menyumpahi tokoh utamanya supaya cepet mati.

 
Nw
y, ada satu hal
tentang film horor dan tayangan mistis yang selalu bikin gue mikir. Kenapa
hampir semua tokoh hantu dibuat sebagai pihak antagonis yang ser
am dan jahat?

Tau darimana si
pembuat cerita?

Emang pasti begitu?

Apa buktinya?


Gimana kalo
ternyata mereka nggak sejahat yang diceritakan? Gimana perasaan hantu-hant
u itu
waktu nonton Kismis? Atau kebetulan ‘ikut’ nonton horor Indo di studio belakang
Megaria? Apa mereka nggak merasa itu pelecehan terhadap bangsa mereka? Bisa aja
kan mereka jadi merasa terfitnah, kesel, atau sakit hati?

 
Abdullah_gymnastiar_1
Ya udahlah biarin
aja, bawel lo Lhur. Suka-suka yang bikin cerita. Suka-suka sutradara dan produsernya. Mereka juga punya pertimbangan
sendiri dan pasti tau apa risikonya kan? Samalah kayak Aa Gym. Dia juga pasti
begitu. Jadi suka-suka dia lah.

Selamat ye yang baru kawin..

Antara Aku, MUBESMA, dan Aa Gym

Sunday, December 3rd, 2006

Akhir-akhir
ini,
power ratio Lhuri Yang Jahat (LYJ): Lhuri Yang Baik (LYB) = 70:30.

Red_devils_head_left
LYJ sedang
menunjukkan dominansinya seperti MU yang bertengger jumawa di puncak klasemen
sementara EPL. Artinya, gue lagi egois, nggak sabaran, gampang bete,
temperamental, dan sering memaki. Itu perilaku setan dan kebetulan hari ini gue
pake capuchon merah. (Nwy, bukan berarti gue pendukung the Red Devils lho).

 

Dua minggu ini gue
sakit.

Fever +
non-inflammatory diarrhea + sore throat + headache + stomacache + runny nose.
See? It’s even more complex than the patient’s disease in Trigger for Group
Discussion on my last module.

 

Nggak tau deh sakit
apa sebenernya. Dan dasar emak gue yang hampir nggak pernah ngasi obat buat
sakit ecek-ecek macem gini, gue pun membiarkan penyakit ini sembuh sendiri.
Tetap kuliah (Cuma izin 2 hari), main-main, beribadah, berbuat zalim, dan tetap mengh
adiri MUBESMA (Mulut Musyawarah Besar
Mahasiswa)
.

 

Nah yang terakhir
ini nih yang paling memancing essssmosi gue.

***

 

Jadi Sabtu minggu kemarin, sbenernya
gue masih flu. Tapi karena ini Mubesma pertama, gue berusaha menunjukkan itikad
baik dengan datang tepat waktu. Jam 8 tepat seperti kata Jarkom laknat yang BARU
gue terima pukul 6 pagi hari yang sama. Gue pikir sidang udah mulai karena jam
gue 13 menit lebih cepat daripada jam d
i ruang anatomi. Ternyata gue adalah
orang ke-7 yang hadir dari total entah berapa ratus peserta. Dan tau nggak?
Sidang tentang pembahasan tata tertib (bukan inti masalah) baru dimulai jam 10, tepat setelah
sambutan dekan selama satu jam.

 

Selama ini selalu
berusaha on time kalo janjian sama orang, rapat pleno, maupun rapat komisi. Dan kalo
telat, gue pasti ngabarin. Sementara gue udah terbiasa jengkel sama tabiat orang-orang
kampus yang konon kabarnya adalah kaum terpelajar, tapi ternyata untuk
menghargai waktu aja nggak bisa. Tapi kali itu, gue berusaha percaya bahwa
MUBESMA nggak akan kayak begitu. Ini acara besar yang (katanya) super penting
dan harusn
ya well-organized.

 

Setelah apa yang
gue dapatkan di hari pertama, jujur gue kecewa banget. Apalagi siangnya gue
udah nggak tahan. Selain karena useless points selama sidang, kepala gue juga sakit
banget. Gue izin pulang jam 12 dan besoknya gue tepar sehingga nggak bisa ikut
sidang. Gue bener-bener dongkol sama MUBESMA hari pertama.

 

Ngomongnya mau
bikin pembaharuan.

Ngomongnya membawa
FKUI menjadi lebih baik.

Dateng aja ngaret.

The Indons.

 

Gue cuma bisa
jengkel. Tapi nggak tau harus marah ke siapa. Dan saat itu timbullah dominansi
LYJ. LYJ tidak cukup baik hati untuk memprioritaskan MUBESMA di atas
kepentingan gue lainnya. LYJ egois. Dan gue akui itu salah gue.

 
Jadi kem
arin gue
milih izin buat medical check-up dan to hell with MUBESMA. Lalu karena malemnya
gue merasa udah sehat, gue malah tergoda buat midnight Hantu Jeruk Purut (yang
akhirnya gue cukup sesali). Tentu aja pagi ini gue tepar. Kepala cekot-cekot
lagi. Tenggorokan panas. Padahal niatnya gue mau ke kampus jam 8.

 

Gue tau ini salah gue yang nggak jaga
kesehatan. Namun karena masih terbayang sakit hati akibat Mubesma minggu lalu,
gue memutuskan untuk lebih memulihkan kesehatan gue dengan tidur dan bermaksud
dateng Mubesma jam 1. Dan berhubung gue nggak dapet sms apa-apa tentang presidium tetap, gue
berniat izin telat sama Yusuf aja nanti.

 
Lalu Vira bilang
total peserta kurang dan sidang nggak bisa jalan. Maka akhirnya de
ngan terpaksa
gue tiba di ruang anatomi pukul 10.

Badlhuri_goodlhuri

LYB: (menebar senyum
perdamaian dan bertegur sapa dengan peserta lain.)

LYJ: (memaki dalam
hati sambil bertanya-tanya), “Kapan sih tu pecun selese ng
ebacot???”

LYB: “Astaghfirullah.
Jangan ngomong gitu. Kasar banget.”

LYJ: “Biarin. Kan cuma
lo doang yang denger. Oh sh*t, ngapain sih bangs*t-bangs*t pleomorfik itu pada ngemmeng
lagi. Bikin lama aja.”

LYB: “Masya Allah,
kok lo gitu sih? Kan mereka lagi mengeluarkan pendapatnya. Ema
ng itu kan tujuan
suatu musyawarah??”

LYJ: “Perhatiin
deh. Emang beberapa murni berpendapat. Tapi coba liat. Sebagian cuma asbun.
Biar eksis. Ngulang-ngulang temennya. Nyampah. T*i banget lah..Dan lo lia
t
sekarang gue nggak boleh pulang karena kalo kurang satu orang, artinya kuorum nggak
terpenuhi padahal lo tau bokap gue buru-buru ada urusan yang lebih penting
daripada Mubesmanj*ng satu ini. Liat betapa nggak konsistennya idealisme
mereka. Kalo emang kayak gini mau dimasalahin, kenapa mereka nggak pernah
berus
aha menanamkan idelalisme untuk menghargai waktu orang lain dan bersikap
disiplin se
suai jadwal???”

LYB: Tapi lo juga
datengnya telat..”

LYJ: “Eh gobl*k,
makanya baca itu paragraf di atas. Yang udah gue bold merah!!”

LYB: “…”

 

LYB minta maaf atas
penggunaan kata-kata kasar dalam blog ini
. LYJ mengingatkan dunia bahw
a ini blog
pribadi yang bebas diisi apapun sesuai kehendak sang pemilik.

 
LYB: “Gue tau gue
bukan peserta teladan. Baru dikecewain sekali di awal aja langsung jadi e
gois
dan apatis.”

LYJ: “Tapi emang
mereka keterlaluan. Kalo emang mereka seneng hidup ngalor ngidul di kampus,
jangan samain lah sama kami manusia normal yang punya kehidupan normal di akhir
pekan. Hargain juga orang-orang normal ini yang udah mau meluangkan waktunya
untuk percaya bahwa mubesma ini ada manfaatnya. Jangan kecewa
in kami, tolong..”

LYB: “Tapi tetep
gu
e juga harusnya bisa lebih bijak. Nasi sudah jadi bubur. Aa Gym sudah
terlanjur kawin lagi. Nggak nyambung. Minggu depan mau kan lo dateng on time
jam 8 dan berhara
p mereka menghargai kita dengan bersikap lebih disiplin?”

LYJ: “Suka-suka lo
lah..”

LYB: “Jangan
jengkel lagi Lhur..”

LYJ: “Ya udahlah..”

Abdullah_gymnastiar
LYB: ”Oke. Kasus
selesai. Sekarang mari kita ucapkan selamat kepada Liverpool yang telah menekuk
Wigan 4-0 dan Arsenal yang sukses memetik poin penuh walau tanpa TH14. Melihat
performa di awal musim kami nyaris menyarankan kalian untuk pindah ke Liga
Dekan Cup tahun depan depan. Oh iya, tak lupa juga selamat kepada Aa Gym yang
baru menempuh
hidup baru."


LYJ: “Lo kok suka
nggak nyambung gitu sih? Kalimat terakhir itu tulus apa nyindir?”

LYB:”Menurut lo?”